Polres Banyuasin Amankan Tujuh Pelaku Karhutla

Kamis 10-09-2026,14:23 WIB
Reporter : Qda
Editor : Wiwik

BANYUASIN, SUMEKS.CO - Sepanjang karhutla Tahun 2026 ini, Polres Banyuasin telah mengamankan tujuh pelaku karhutla.

"Kita amankan tujuh pelaku, dari empat perkara kasus karhutla,"kata Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino didampingi Wakapolres Banyuasin Kompol M. Ali Asri saat Focus Group Discussion strategi mitigasi karhutla berbasis masyarakat, Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke 67 Tahun 2026 di Gedung Santika Satyawada, Kamis (10/9).

Oleh karena itu, Polres Banyuasin tidak henti hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan.

Diakuinya kalau kejadian karhutla ini tiap tahun terjadi, tentunya menjadi pertanyaan mengapa sampai terulang.

BACA JUGA:Tak Cukup Jaga HGU, Bupati Toha Wajibkan Perusahaan Bantu Tangani Kebakaran Lahan Warga

BACA JUGA:Usulkan 452 Lokasi Kerja Sosial Bagi Pelaku Tindak Pidana

Padahal, dari anggota Bhabinkamtibmas Polres Banyuasin telah memberikan himbauan dan lain sebagainya dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan.

"Mungkin (penyebab) sebagian masyarakat kita kurang ilmu pengetahuan atau kebutuhan hidup, karena kalau cara lagi (buka lahan) mengeluarkan biaya,"terangnya.

Dalam penanganan karhutla ini seringkali ditemukan kendala salah satunya ada beberapa embung (sumber air) yang kering.

"Kecuali embung yang ada aliran sama sungai,"bebernya.

BACA JUGA:Antisipasi Fraud, Bank Sumsel Babel Gandeng Kejaksaan Negeri PALI

BACA JUGA:Begini, Cara Menanam Alpukat agar Berbuah Lebat dan Besar-Besar

Sepanjang Tahun 2026, terdapat 2272 hotspot di wilayah Kabupaten Banyuasin yang tersebar 21 kecamatan.

"Paling banyak di kecamatan Rantau Bayur dengan 483 hotspot, Pulau Rimau 427 hotspot, Tungkal Ilir 318 hotspot, Banyuasin III 292 hotspot, dan Betung 21 hotspot,"jelasnya. Kemudian untuk luas lahan yang terbakar sebanyak 769 hektare.

Ditambahkannya, pada awalnya puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus. Namun, informasinya diprediksi bakal panjang hingga September ini sehingga meningkatkan potensi kekeringan yang berkepanjangan. 

Kategori :