PM Islandia Marah Pada Trump, ini Penyebabnya

Kamis 10-09-2026,10:35 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

SUMEKS.CO - Guyonan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunjukkan peta beberapa negara, termasuk Islandia bagian dari AS membuat Perdana Menteri Islandia Kristrun Frostadottir, berang.

Kristrun Frostadottir mengecam tindakan Trump tersebut. 

"Menurut saya, nuansa dari apa yang kita lihat saat ini sangat absurd," kata Frostadottir dalam sebuah konferensi pers pada Selasa, sebagaimana disiarkan televisi nasional RUV.

"Tak ada yang lucu atau normal soal membuat gurauan tentang kedaulatan negara, khususnya hari ini, di mana kedaulatan tidak bisa dianggap remeh," ucap PM Islandia, sembari menyebut kiriman Trump itu sebagai "hinaan".

BACA JUGA:Militer AS Dituding Kekurangan Amunisi, Trump Berang

BACA JUGA:Pangeran Harry dan Keluarga Tinggalkan AS, Trump Senang

Peta kiriman Trump itu menunjukkan wilayah AS, Kanada, Greenland, Islandia, Meksiko, serta seluruh kawasan Amerika Tengah dan Karibia, diselimuti corak bendera AS dan ditandai dengan tulisan

Peta kiriman Trump itu menunjukkan wilayah AS, Kanada, Greenland, Islandia, Meksiko, serta seluruh kawasan Amerika Tengah dan Karibia, diselimuti corak bendera AS dan ditandai dengan tulisan "Amerika Serikat". Seakan-akan semuanya merupakan wilayah AS.

Frostadottir memastikan Kementerian Luar Negeri Islandia telah melayangkan protes kepada Duta Besar AS untuk "menegaskan bahwa, dalam pandangan kami, hal tersebut sepenuhnya tak dapat diterima".

BACA JUGA:PM Kanada Ledek Trump Ubah Nama Danau Ontario Menjadi Amerika, Jelaskan Sejarah

BACA JUGA:Usai Bertemu Pimpinan Hamas, Menantu Trump Bertemu Netanyahu

"Tidak ada siapapun yang memutuskan atau menawar kemerdekaan atau kedaulatan kami. Kami melakukannya dengan cara kami sendiri," ucap PM Islandia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Islandia Thorgedur Katrin Gunnarsdottir menegaskan kembali dukungan Islandia kepada Greenland, seraya menyampaikan bahwa Reykjavik akan terus bersama rakyat Greenland.

Meski demikian, Islandia masih ingin mempertahankan kerja sama dengan AS di berbagai bidang seperti perdagangan dan pertahanan, katanya.

Frostadottir mengatakan, Islandia tidak memiliki masalah lainnya dalam hubungan bilateral dengan AS, tetapi ia sepakat bahwa kiriman Trump tersebut tak boleh dianggap sepele. (dri)

Kategori :