Operasi Baru Militer AS, Serang Tanker di Pelabuhan Iran

Kamis 03-09-2026,06:30 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

TEHERAN, SUMEKS.CO - Perang Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali terjadi di Timur Tengah. Padahal sebelumnya, perang  sempat mereda tanpa adanya gencatan senjata.  

Perang episode ini berawal saat militer AS menyerang Pulau Larak di dekat Selat Hormuz pada Senin (31/8/2026). Serangan tersebut menjadi yang pertama dalam 30 hari terakhir.

Iran lantas membalas dengan melepaskan rudal ke pangkalan militer AS yang berada di Yordania. Kini, AS menjalankan operasi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Iran.

Operasi Tanker for Tanker

Militer AS menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat sebagai bagian dari rentetan serangan yang lebih luas terhadap Teheran. Kedua kapal tanker yang dibombardir pasukan Washington itu disebut sedang berlabuh di lepas pantai Iran.

BACA JUGA:Balas Serangan AS, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timteng

BACA JUGA:Kecewa dengan Iran, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik

Penargetan kapal tanker Iran itu disebut sebagai kebijakan pencegahan baru "tanker for tanker" yang disetujui Presiden AS Donald Trump.

Laporan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), disampaikan oleh media Axios yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS, yang tidak disebut namanya. AS kembali menggempur target-target Iran sejak akhir pekan kemarin, dan Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Serangan itu, menurut Axios, menandai pertama kalinya AS menargetkan kapal tanker Iran sebagai tindakan balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bukan untuk mencegah pelanggaran terhadap blokade angkatan laut AS.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global, menjadi titik perselisihan terbaru antara Washington dan Teheran. Kedua negara memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis itu, yang sebagian besar diblokade selama perang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

BACA JUGA:Militer AS Serang Pulau Larak, Prajurit-Warga Sipil Iran Tewas

BACA JUGA:Sanksi Ekonomi AS Mulai Terasa, Warga Iran Harus Antre Isi BBM

Seorang pejabat AS, yang dikutip Axios, mengatakan bahwa operasi menargetkan kapal tanker pemerintah Iran itu merupakan bagian dari kebijakan baru "tanker for tanker" yang telah disetujui oleh Trump, untuk mencegah serangan Teheran terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

100 Target di Iran Diserang

Menurut keterangan para pejabat AS, sejumlah drone tempur AS menembakkan rudal-rudal yang menghantam ruang mesin kedua kapal tanker Iran tersebut.

Serangan dilancarkan saat kedua kapal tanker itu sedang berlabuh di lepas pantai Iran, tepatnya di sebelah utara garis blokade angkatan laut AS.

Kategori :