Sering Keluarkan Pernyataan Kontroversi Tidak Logis, Profesor di Malaysia Dipecat

Rabu 26-08-2026,20:33 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

SUMEKS.CO - Seorang profesor atau guru besar di Malaysia dipecat karena ucapannya yang tidak logis dan sesuai fakta. Padahal, biasanya seorang profesor dengan gelar akademik tinggi biasanya berbicara sesuai data dan fakta. Namun, di Malaysia, seorang profesor justru mengklaim tentang sejarah orang Melayu yang bisa terbang.

Dia adalah Solehah Yaacob. Pernyataan kontroversialnya direspons oleh kampus tempat ia bekerja yakni Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM). Pihak kampus secara resmi memberhentikan Solehah dari IIUM per 27 April 2026, tapi pada 23 Agustus, diumumkan kembali.

"Dia bukan lagi seorang profesor dan tidak berhak mengklaim hubungan apa pun dengan universitas. IIUM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas," kata Kantor Komunikasi, Advokasi, dan Promosi IIUM, dikutip dari The Independen Singapore.

BACA JUGA:Sentuhan Rumah BUMN BRI Antar Keripik Pisang Lokal Tembus Malaysia dan Hong Kong

BACA JUGA:Pulangkan Wakil Malaysia, Ana/Trias Susul Rachel/Febi ke Perempat Final Kejuaraan Dunia 2026

Setelah pemutusan kontrak, pihak kampus menyatakan bahwa Solehah Yaacob tidak lagi memegang jabatan profesor atau mewakili institusi dalam peran resmi apa pun.

Sering Membuat Pernyataan Kontroversial

Menurut laporan, Solehah sering membuat klaim kontroversial selama setahun terakhir. Paling sering tentang sejarah dan peradaban Melayu.

Pada November 2025, ia pernah mengklaim bahwa orang Romawi belajar membuat kapal kepada orang Melayu kuno. Dia juga pernah mengatakan bahwa istri Nabi Muhammad SAW, Khadijah, memiliki hubungan dengan dunia Melayu.

Selain mengatakan orang Melayu bisa terbang, Solehah mengatakan orang Tionghoa belajar 'kung fu terbang' dari bangsa Melayu. Bahkan di bidang astronomi dan geologi, ia pernah mengklaim bahwa tumbukan meteor bertanggung jawab atas deposit bijih besi di Kedah, Malaysia.

BACA JUGA:Vietnam Tantang Thailand di Final ASEAN Hyundai Cup (AFF 2026) Usai Singkirkan Malaysia 4-0

BACA JUGA:Malaysia Krisis Pemain Jelang Lawan Vietnam Semifinal AFF 2026, Tan Cheng Hoe: Tak Ada yang Mustahil

Pernyataannya pun kerap memicu perdebatan dan kontroversi di kalangan akademisi dan masyarakat umum, demikian dilansir The Straits Times.

Respons Sang Profesor

Usai dipecat, Solehah menuduh IIUM tidak profesional. Ia mengaku dirinya tidak diizinkan mengajukan banding usai dipecat.

"Saya dipecat dalam waktu 24 jam dan tidak diizinkan untuk mengajukan banding. IIUM ingin membayar saya setara dengan enam bulan gaji, tetapi saya menolak," kata mantan dosen bergelar PhD di bidang linguistik Arab tersebut, dikutip Free Malaysia Today.

Bahkan Solehah mengatakan bahwa sehari sebelum dipecat, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia telah menganugerahkan kepadanya Penilaian Penelitian Malaysia. (dri)

Kategori :