BACA JUGA:AS Serang 3 Fasilitas Sipil Iran, 2 Warga Terluka
BACA JUGA:Fasilitas Militer Diserang, Iran Fokus Pertahanan Negara
Meski demikian, Iran dilaporkan tetap mengkhawatirkan kemungkinan operasi komando darat AS.
Karena itu, intelijen AS menyebut Teheran telah mengerahkan pasukan darat ke sekitar lokasi untuk mencegah kemungkinan serangan semacam itu.
Perbedaan sikap dengan Ali Khamenei
Ali Khamenei sebelumnya mengeluarkan fatwa yang melarang penggunaan senjata nuklir, yang diumumkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 2005.
Meski demikian, fatwa tersebut tidak melarang Iran mengembangkan program nuklir sipil atau mengambil langkah menuju kemampuan persenjataan.
BACA JUGA:Kapal AL Jadi Sasaran Rudal Iran, Kuwait Berang
BACA JUGA:Panas di Selat Hormuz, Iran Rudal Kapal Tanker UEA, 1 Awak Tewas
Berdasarkan pernyataan publik dan percakapan yang disadap sebelum perang, intelijen AS menilai Mojtaba lebih tertarik mengembangkan hulu ledak nuklir canggih yang pada akhirnya dapat diperkecil dan dipasang pada rudal jarak jauh, dibandingkan mengembangkan bom nuklir sederhana sebagai alat penangkal.
Analis dari Defense Priorities, Rosemary Kelanic, menilai perang justru meningkatkan kemungkinan Iran mengejar senjata nuklir.
Menurutnya, ancaman terhadap kelangsungan rezim membuat Teheran memiliki insentif lebih besar untuk memiliki kemampuan nuklir sebagai alat pencegah serangan di masa depan.
Sementara itu, pejabat AS menyebut kelompok di Iran yang sejak lama berpendapat bahwa hanya senjata nuklir dapat mencegah serangan AS atau Israel kini merasa posisi mereka semakin kuat. (dri)