Komponen yang paling sering menjadi kekhawatiran adalah baterai hybrid. Banyak masyarakat beranggapan bahwa baterai hybrid harus sering diganti dengan biaya yang sangat mahal.
BACA JUGA:Mobil Hybrid dan EV Punya Rahasia Hemat Energi yang Jarang Dipahami Pengguna Baru
BACA JUGA:BYD M6 DM Meluncur di Indonesia, Mobil Hybrid dengan Teknologi Berbeda: Ini Spesifikasinya
Padahal, berdasarkan informasi resmi Toyota Astra Motor dan Honda Prospect Motor, baterai hybrid dirancang memiliki usia pakai yang panjang dengan sistem manajemen baterai yang terus memantau suhu dan kondisi pengisian daya.
Pada penggunaan normal dan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan, baterai hybrid umumnya mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa memerlukan penggantian.
Servis mobil hybrid juga memerlukan teknisi yang telah memiliki sertifikasi khusus karena terdapat sistem kelistrikan bertegangan tinggi. Oleh sebab itu, pemeriksaan komponen hybrid sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau bengkel yang memiliki peralatan dan teknisi berkompeten.
Meski demikian, pemeriksaan sistem hybrid biasanya hanya dilakukan pada interval tertentu dan tidak selalu menambah biaya secara signifikan pada setiap servis berkala.
BACA JUGA:4 Jenis Mobil Hybrid, Simak! Mana yang Mobil Hybrid Beneran dan Mana yang Cuma Label Doang?
Jika dibandingkan dari sisi konsumsi bahan bakar, mobil hybrid memiliki keunggulan yang cukup besar. Berdasarkan data pengujian yang dipublikasikan beberapa produsen, konsumsi BBM mobil hybrid dapat lebih efisien terutama saat digunakan di kawasan perkotaan yang sering mengalami kemacetan.
Mesin bensin tidak selalu aktif sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional dengan kapasitas mesin yang setara.
Pada sisi lain, mobil bensin memiliki keunggulan dalam hal kemudahan perawatan di berbagai daerah. Hampir seluruh bengkel umum telah terbiasa menangani mesin bensin sehingga pilihan tempat servis lebih banyak.
Harga beberapa komponen pengganti juga relatif mudah ditemukan karena jumlah kendaraan bensin masih mendominasi pasar otomotif Indonesia.
Namun, apabila dihitung dari total biaya kepemilikan atau total cost of ownership, mobil hybrid sering kali memberikan penghematan melalui konsumsi BBM yang lebih rendah, usia kampas rem yang lebih panjang, serta kerja mesin yang tidak seberat mobil bensin.