SUMEKS.CO - Mobil hybrid semakin diminati masyarakat Indonesia karena menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.
Selain efisiensi BBM, teknologi hybrid juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi gas buang. Namun, masih banyak calon pembeli yang bertanya apakah biaya servis mobil hybrid lebih mahal dibandingkan mobil bensin biasa.
Pertanyaan tersebut cukup beralasan karena mobil hybrid memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin bensin dan motor listrik yang bekerja secara bersamaan.
Di sisi lain, mobil bensin hanya mengandalkan mesin pembakaran internal sehingga dianggap memiliki konstruksi yang lebih sederhana. Lalu, bagaimana perbandingan biaya servis keduanya?
BACA JUGA:Mau Beli Mobil Hybrid Bekas? Jangan Lihat Kilometer Saja, Aki dan Transmisi Wajib Dicek Sebelum Deal
BACA JUGA:5 Alasan Mengapa Mobil Hybrid Semakin Diminati Di Indonesia
Berdasarkan informasi resmi yang dipublikasikan Toyota Astra Motor, Honda Prospect Motor, Nissan Indonesia, serta berbagai panduan perawatan kendaraan dari produsen otomotif, biaya perawatan mobil hybrid tidak selalu lebih mahal daripada mobil bensin.
Bahkan, pada beberapa komponen justru dapat lebih hemat karena beban kerja mesin pembakaran lebih ringan.
Pada servis berkala, mobil hybrid tetap membutuhkan penggantian oli mesin, filter oli, filter udara, filter kabin, minyak rem, coolant, serta pemeriksaan berbagai komponen keselamatan seperti halnya mobil bensin.
Namun, mesin pada mobil hybrid tidak selalu bekerja sepanjang perjalanan karena sebagian tenaga kendaraan berasal dari motor listrik. Akibatnya, tingkat keausan beberapa komponen mesin bisa lebih rendah.
BACA JUGA:Jelang GIIAS 2026, Mobil Hybrid Semakin Diburu! Benarkah Cocok untuk Dipakai Harian di Sumsel?
Berdasarkan panduan servis Toyota Hybrid System, sistem pengereman pada mobil hybrid juga memiliki keunggulan melalui teknologi regenerative braking.
Ketika kendaraan melakukan perlambatan, motor listrik membantu mengurangi kecepatan sekaligus mengisi ulang baterai hybrid. Proses tersebut membuat kampas rem bekerja lebih ringan sehingga umur pakainya umumnya lebih panjang dibandingkan mobil bensin.
Pada mobil bensin konvensional, seluruh tenaga berasal dari mesin sehingga penggunaan rem lebih intensif, terutama saat berkendara di area perkotaan dengan lalu lintas padat. Kondisi ini menyebabkan kampas rem cenderung lebih cepat aus dibandingkan mobil hybrid.