BACA JUGA:Sumarni Lepas Kafilah MTQ Muara Enim, Targetkan Masuk Tiga Besar
Jaya mengungkapkan, momen Melemang ini sudah seperti lebaran karena setahun sekali, berkumpul dan makan lemang bersama-sama keluarga. "Momennya bahkan lebih ramai sampai membuat jalanan padat dan macet panjang karena antusiasme tradisi Melemang ini," ungkapnya.
Jaya berharap tradisi Melemang sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Karang Raja dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
"Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, tradisi Melemang tidak hanya menjadi perayaan menyambut 10 Muharram, tetapi juga menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan dan penghormatan masyarakat Karang Raja terhadap warisan budaya leluhur," pungkasnya.(ozi)