Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel di Dekranasda Sumsel

Kamis 25-06-2026,06:13 WIB
Reporter : Niskiah
Editor : Wiwik

Tarian OKI Jadi Pembuka Festival Budaya Sumsel di Dekranasda Sumsel

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Penampilan seni tari dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuka Festival Seni Adat dan Tradisi Sumatera Selatan 2026 di kawasan Rumah Adat Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, 24 Juni 2026. 

Kehormatan tersebut menjadi penanda hadirnya kekayaan budaya OKI dalam ajang yang mempertemukan ragam tradisi dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Gerak para penari yang memadukan unsur tradisi dan kearifan lokal masyarakat OKI memukau para tamu undangan dan pengunjung yang memadati kawasan anjungan budaya. 

Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian festival yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2026.

BACA JUGA:Hadiri Silaturahmi Petanggan, Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Komering

BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Dukung Pelestarian Budaya dan Pendidikan Melalui Audiensi Bersama Berbagai Organisasi

Selain menampilkan seni pertunjukan, Kabupaten OKI juga menghadirkan beragam warisan budaya melalui sajian kuliner dan wastra khas daerah. 

Di Anjungan Kabupaten OKI, pengunjung dapat menikmati gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, hingga pempek hitam yang menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, OKI juga menampilkan karya wastra dan kerajinan unggulan seperti songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat sungai dan rawa.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Herman Deru, yang mengunjungi Anjungan OKI berkesempatan mencicipi berbagai kuliner khas serta melihat langsung produk kerajinan dan wastra yang dipamerkan. 

BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Dukung Pelestarian Budaya dan Pendidikan Melalui Audiensi Bersama Berbagai Organisasi

BACA JUGA:Hari Bumi 2026, Muara Enim Komitmen Pelestarian Lingkungan

Ia juga membeli sejumlah produk anyaman purun Pedamaran sebagai bentuk dukungan terhadap para perajin lokal.

Menurut Feby, keberadaan anjungan kabupaten dan kota memiliki peran penting sebagai etalase budaya yang memperlihatkan keragaman tradisi Sumatera Selatan.

Kategori :