Namun, perang di Iran membuat Meloni terpojok situasinya memburuk tajam pada bulan April ketika Trump menyerang Paus Leo atas kritiknya terhadap konflik tersebut. Meloni membela Leo, yang mendorong Trump untuk menuduhnya kurang berani.
Mulai Menentang Trump
Ia juga membantah penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk pesawat militer AS yang membawa senjata untuk perang di Iran, dengan mengatakan bahwa Amerika tidak mengikuti prosedur yang diperlukan.
Pengamat politik dari Policy Sonar, Francesco Galietti mengatakan Meloni mungkin mendapat keuntungan di dalam negeri karena menentang Trump, yang sangat tidak populer dalam jajak pendapat Italia. Tetapi ia berisiko kehilangan salah satu pilar narasi politiknya menjelang pemilihan yang akan diadakan tahun depan, katanya.
BACA JUGA:Trump Jamin Pertempuran Israel dengan Hizbullah Setop, Perundingan dengan Iran Berlanjut
BACA JUGA:Trump Ajukan Syarat Khusus untuk Akhiri Perang dengan Iran
"Ini seperti tamparan keras di wajah," katanya.
"Hal itu benar-benar membahayakan strateginya, karena ketika kita mengadakan pemilihan, rakyat Italia pada akhirnya akan memilihnya karena dia adalah orang yang paling dapat diandalkan."
Memanas gegara Masalah Foto
Hubungan Trump dan Meloni pun semakin memanas usai Trump menyebut Meloni 'mengemis' meminta berfoto. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, membatalkan kunjungannya ke AS gara-gara ucapan Trump.
Dilansir CNN dan CNBC, Minggu (21/6/2026), Tajani dijadwalkan berangkat ke AS hari ini untuk mengikuti forum bisnis Italia-AS di Miami. Dia rencananya bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
BACA JUGA:Trump Ajukan Syarat Khusus untuk Akhiri Perang dengan Iran
BACA JUGA:Trump Ancam Ledakkan Oman, Iran Membela
Tajani kemudian membatalkan rencana perjalanannya ke AS. Dia menyebut ucapan Trump sebagai hal 'serius dan menyinggung' terhadap Meloni dan seluruh Italia.
Dukungan untuk Meloni juga mengalir dari Presiden Italia, Sergio Mattarella. Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini, juga mengecam sikap Trump terhadap Meloni.
"Siapa pun yang menyerang @GiorgiaMeloni menyerang kita semua," tulis Menteri Transportasi Matteo Salvini.
Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengatakan dia tidak percaya Meloni akan meminta foto kepada seseorang 'bahkan di bawah ancaman'. Menteri Kehakiman Italia, Carlo Nordio, juga membela Meloni dengan merujuk pada pengorbanan pasukan AS dalam Perang Dunia II untuk menggarisbawahi kerusakan hubungan AS-Italia yang disebabkan oleh Trump.
BACA JUGA:Rentetan Tembakan di Dekat Gedung Putih, Trump Aman