"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen," ujar dia.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menyebut rencana pengembangan tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
BACA JUGA:AMANAH, Paskibraka 2025 Bangga Kibarkan Merah Putih di Hadapan Presiden Prabowo Subianto
BACA JUGA:Prabowo Terima 9 Dubes Baru Negara Sahabat, ini Nama-namanya
Menurut dia, desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia sehingga proses selanjutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis guna mempercepat realisasi investasi.
“Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu. Karena memang bisnisnya karena investasi,” ujar JK.
Selain membahas sektor energi, Prabowo dan Jusuf Kalla juga membahas soal situasi perdamaian dunia, khususnsya di kawasan Thailand Selatan serta dinamika yang terjadi di Pakistan dan Afghanistan.
"Perdamaian tentang bagaimana Thailand Selatan itu dan bagaimana tentang Pakistan-Afghanistan, kita lagi sedang berbicara," ucap dia.
BACA JUGA:Prabowo Terima 8 Dubes Baru Negara Sahabat
BACA JUGA:Presiden Prabowo Dikabarkan Reshuffle Kabinet Hari ini, Nama Hasan Nasbi Mencuat
Permintaan JK
Secara terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pertemuan Prabowo dan JK adalah permintaan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia itu.
Menurutnya, JK telah meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto sejak beberapa hari lalu. "Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo," kata Teddy dalam keterangannya.
Teddy mengatakan, Jusuf Kalla bersama putranya yang juga pebisnis akan hadir langsung bertemu Prabowo. "Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis,” ujar Teddy.
Dia menegaskan, Prabowo kerap membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional. Prabowo juga senantiasa melakukan silaturahmi dengan para pelaku usaha sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan serta membangun kolaborasi untuk kemajuan bangsa. (dri)