Geolog 2 Universitas Turun ke Teror Api Rumah Warga di Sleman, ini Penyebabnya

Minggu 31-05-2026,09:31 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BACA JUGA:Paska Kebakaran, Pemilik Toko Gedung Pasar 16 Ilir Memilih Menginap di Lokasi Pantau Situasi Hingga Pagi

BACA JUGA:WASPADA Hadapi El Nino 2026, APP Group dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

"Nanti mungkin pekan depan kami akan membawa alat untuk mengukur kandungan gas yang ada di tempat itu dan juga sampel air. Karena beberapa waktu yang lalu keluarnya gas itu juga bersamaan dengan jalur pipa air dan sumur yang keluar api, maka kami juga akan mengukur sampel air apakah terkontaminasi metana atau tidak," jelasnya.

Sarju menerangkan, secara teori, air yang terkontaminasi metana tidak serta merta terbakar saat masih berada di bawah permukaan tanah. Api muncul ketika air itu keluar ke permukaan dan gas metana yang terkandung di dalamnya terlepas ke udara.

"Terbakarnya adalah ketika air keluar di permukaan dan berinteraksi dengan oksigen, metananya lepas. Lepasnya metana dari air itulah yang membuat dia terbakar," katanya.

BACA JUGA:Kebakaran Apartemen di Jakbar, Bayi Terjebak di Lantai 23

BACA JUGA:Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

Sarankan Perbaiki Sirkulasi Udara

Atas temuan-temuan di atas, Sarju menyarankan agar rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Warga juga diminta memasang kipas angin atau blower untuk mempercepat pergantian udara sehingga gas tidak terkumpul di dalam ruangan.

"Kami sarankan agar ruangan itu sirkulasinya diperbagus. Dipasang kipas angin atau blower sehingga tidak mudah terjadi penumpukan gas metana pada material seperti pakaian atau sofa," jelasnya.

Meski demikian, Sarju menilai potensi penyebaran gas metana ke rumah-rumah tetangga relatif kecil. Sebab, gas metana cenderung bergerak ke atas dan bercampur dengan udara bebas sehingga kadarnya cepat menurun.

"Kalau sudah di luar dia bercampur dengan udara luar, kadarnya sangat menurun, jadi relatif aman. Makanya begitu sirkulasi dibuka, kadarnya berkurang dan potensi terbakar juga menurun," pungkasnya.

BACA JUGA:Lansia di SP Padang OKI Meninggal Dunia di Kebakaran Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar

BACA JUGA:Polsek SP Padang Berikan Bantuan Bahan Bangunan ke Korban Kebakaran di Desa Tanjung Alai

Api Muncul 39 Kali di Rumah Fia

Diberitakan sebelumnya, kebakaran berulang kali terjadi di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, dalam sepekan ini. Tim Gegana telah melakukan pemeriksaan di lokasi. UGM juga menerjunkan sejumlah pakar untuk mengungkap penyebab teror api misterius itu.

Teror api itu terjadi sejak Sabtu (23/5) pekan lalu. hingga Kamis (28/5), api sudah muncul sebanyak 39 kali di rumah tersebut. Api itu membakar sebagian barang di dalam rumah, seperti kain, furnitur, dan benda-benda lain yang mudah terbakar.

"Total sudah 39 kali di 34 titik berbeda yang terbakar. Furniture, pakaian, tikar, barang-barang yang mudah terbakar. Tapi ya aneh, atasnya kebakar masa bawah tidak terbakar," kata Mutfiana saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/5/2026).

Kategori :