Harga Sawit Anjlok, Petani Sawit di OKI Mengeluh
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini lagi anjlok, sehingga membuat petani sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluh.
Dimana anjloknya harga buah kelapa sawit terjadi sudah hampir 1 bulan belakangan. Sehingga jelas sangat berdampak kepada petani sawit.
Diperparah lagi sejumlah barang kebutuhan pokok atau sembako juga naik. Jadi pengeluaran bertambah sedangkan harga komoditi kelapa sawit anjlok
Anjloknya harga buah kelapa sawit diantaranya sangat dikeluhkan oleh petani sawit di Desa Muara Burna I, SP 1, SP 2, SP 3 dan SP 4 Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI.
BACA JUGA:Dua Terdakwa Kasus Pencurian Kelapa Sawit, PN Kayuagung Nyatakan Tidak Terbukti Bersalah
BACA JUGA:Banding Jaksa Ditolak, Dua Terdakwa Penadah 4 Ton Brondol Sawit Tetap Divonis Bebas
Disampaikan salah satu petani sawit Desa Muara Burnai I, Sukir, bahwa saat ini harga buah kelapa sawit dibeli oleh pengepul atau lapak senilai Rp1800 hingga Rp2000 per kilogram.
Sedangkan sebelum anjok harga buah kelapa sawit ditingkat lapak diterima Rp2800 hingga Rp2900 per kilogram.
"Jadi sekarang ini harga sawit benar-benar anjlok. Karena pendapatan sedikit sedangkan harga kebutuhan pokok semuanya mahal. Belum lagi ditambah untuk biaya sekolah anak-anak," ungkapnya, Jumat 29 Mei 2026.
Lanjut dia, jadi dengan rendahnya harga buah kelapa sawit membuat sejumlah petani mengeluh dan kecewa. Belum lagi harga pupuk juga naik. Jelas membuat pengeluaran pemeliharaan bertambah. BACA JUGA:Petani Sawit Menjerit, Harga Tandan Buah Segar Anjlok, Pupuk Mahal Susah Didapat
"Kita berharap kepada pemerintah agar bisa menstabilkan kembali harga buah kelapa sawit," jelasnya.
Disebutkan Sukir, harga sawit saat ini lapak membeli harga Rp1800 hingga Rp2000 per kilogram ini baru naik, sebelum lebaran mereka membeli Rp1500 per kilogramnya.
Dia mengungkapkan, satu orang petani sawit apabila memiliki lahan sawit seluas 2 hektar bisa menghasilkan 2 ton buah sawit. Tetapi harganya yang saat ini rendah atau anjlok sehingga pendapatan berkurang.