Sistem lebih kecil dan murah dapat dipindahkan, disembunyikan, diluncurkan dengan cepat, dan diganti lebih mudah. Beberapa dirancang sehingga alat pencegat dapat berputar di area langit tertentu sampai drone atau pesawat target muncul. Sebagian lain adalah senjata anti drone atau anti pesawat jarak pendek yang kurang canggih tapi lebih mudah diproduksi dan diganti.
Itu membuat drone seperti MQ-9 Reaper, yang bergerak lambat karena tujuan utamanya adalah pengintaian jadi rentan. Nicole Grajewski, asisten profesor Universitas Sciences Po di Paris, mengatakan Iran mungkin masih butuh pertahanan udara menengah dan jarak jauh yang lebih kuat, namun sistem mobile memiliki keuntungan nyata.
"Anda dapat memindahkannya dengan cepat. Itu adalah sistem peluncur mobile, yang dalam beberapa kasus dapat dibawa manusia. Kita tidak tahu seberapa tinggi Reaper itu terbang. Berdasarkan video yang dirilis, mungkin relatif mudah untuk menembaknya jatuh, namun hal itu tetap mengindikasikan mereka masih memiliki kemampuan pertahanan udara tersisa," cetusnya.
BACA JUGA:Demi Perundingan Iran, Trump tak Hadiri Pernikahan Putranya
BACA JUGA:Kesabaran Iran Habis, Teluk Oman Bakal Jadi Kuburan Kapal-Kapal AS
Sistem ini mungkin tidak mampu menghentikan serangan udara skala besar atau menembak jatuh jet canggih dalam jumlah signifikan, namun dapat memaksa AS dan Israel lebih banyak mengandalkan senjata jarak jauh mahal. (dri)