Motjaba Khamenei Sembunyi di Bunker Rahasia, Komunikasi via Kurir

Selasa 26-05-2026,11:44 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

TEHERAN, SUMEKS.CO - Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei tidak ingin kasus pembunuhan yang dialami ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei terjadi pada dirinya. Karena itu, Motjaba Khamenei dilaporkan berada di dalam "bunker" rahasia yang memiliki pengamanan ketat.

Keberadaan Mojtaba disebut sebagai penyebab tertundanya pengumuman potensi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dinanti-nantikan dunia.

Informasi terbaru mengenai keberadaan pemimpin tertinggi Iran itu, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (26/5/2026), disampaikan oleh media terkemuka AS, CBS News, dalam laporannya yang mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui informasi intelijen mengenai Iran.

Otoritas Iran belum memberikan tanggapan langsung atas laporan yang didasarkan pada keterangan pejabat-pejabat AS ini.

BACA JUGA:Kesepakatan Damai Iran-AS Segera Ditandatangani, Pakistan Jadi Mediator Sentral

BACA JUGA:Demi Perundingan Iran, Trump tak Hadiri Pernikahan Putranya

Menurut laporan CBS News, sejumlah pejabat AS yang mengetahui informasi intelijen tersebut mengatakan bahwa Mojtaba "secara efektif bersembunyi" di sebuah lokasi yang dirahasiakan, dengan sedikit akses ke dunia luar.

Disebutkan para pejabat AS yang dikutip CBS News tersebut bahwa Mojtaba hanya dapat dihubungi melalui jaringan perantara atau kurir yang kompleks, yang memperlambat respons Iran terhadap proposal-proposal AS.

CBS News juga melaporkan bahwa para pejabat Iran yang terlibat dalam negosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, kesulitan berkomunikasi dalam sistem pemerintahan mereka sendiri, yang telah memperlambat kemajuan dalam perundingan damai.

BACA JUGA:Kesabaran Iran Habis, Teluk Oman Bakal Jadi Kuburan Kapal-Kapal AS

BACA JUGA:Obama Bandingkan Kebijakannya dengan Trump Dalam Menangani Iran, tak Perlu Bunuh Banyak Orang

Seorang pejabat senior pemerintahan AS, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada CBS News bahwa Mojtaba telah menyetujui garis besar draf kesepakatan saat ini.

Sementara Trump mengatakan dalam sebuah unggahan Truth Social bahwa dirinya mengharapkan keputusan akhir dalam beberapa hari mendatang.

Otoritas Iran telah mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi mereka mengalami luka-luka akibat serangan awal yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan yang sama menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, yang merupakan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya.

Sejak perang berkecamuk dan dia diumumkan menggantikan ayahnya menjadi pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret lalu, Mojtaba belum pernah satu kali pun terlihat atau terdengar kabarnya di depan umum.

Kategori :