Jemaah Lansia saat Puncak Haji Dikawal Timsus Mina PPIH
SUMEKS.CO - Jemaah haji lanjut usia (Lansia) saat puncak haji dikawal oleh Tim Khusus (Timsus) Mina yang dibentuk oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Timsus Mina ini untuk memperkuat layanan pelindungan jemaah selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Tim ini diprioritaskan untuk membantu jemaah lanjut usia (lansia), sakit, hingga jemaah dengan mobilitas terbatas saat pergerakan menuju dan di kawasan Mina.
Pembentukan Timsus Mina dilakukan di tengah tingginya potensi kepadatan dan kelelahan fisik jemaah pada fase Armuzna yang menjadi titik paling krusial dalam operasional haji.
BACA JUGA:Jemaah Haji Asal Jakarta Dilaporkan Hilang di Makkah, Keluarga Minta Bantuan Pencarian
BACA JUGA:MUI Tolak Penyembelihan Hewan Dam Haji di Indonesia, Kemenhaj Evaluasi Aturan
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan personel Timsus Mina dipilih dari petugas pelindungan jemaah yang telah memiliki pengalaman operasional haji sebelumnya.
"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, belum lama ini.
Harun menjelaskan Timsus Mina memiliki tugas utama melakukan pengawasan, penyambutan, serta pemantauan arus pergerakan jemaah yang tiba dari Muzdalifah menuju lokasi lontar jumrah di Jamrah Aqobah.
Tim tersebut juga akan bersiaga menyambut jemaah yang menggunakan skema murur atau melintas dari Arafah menuju Mina.
BACA JUGA:Selama Fase Armuzna Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makan
BACA JUGA: Jemaah Haji Bayar Dam Lewat Jalur Resmi agar Aman Sesuai Syariat, Sesuai Keyakinan Fikih
Menurut Harun, fase kedatangan jemaah di Mina menjadi salah satu titik paling rawan karena tingginya mobilitas massa dalam waktu bersamaan.
“Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi,” kata Harun.