JAKARTA, SUMEKS.CO - Kampung Narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kaltim berhasil digulung jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyebutkan bahwa Kampung Narkoba Samarinda dijaga puluhan mata-mata, atau istilahnya adalah "sniper" alias pengawas lapangan. Para "sniper" itu ditempatkan di sejumlah titik gang dan dibekali handy talky (HT) untuk memantau situasi sekaligus memberi peringatan jika ada aparat yang masuk.
"Peredaran tersebut terbuka, terstruktur, dan terorganisir dalam penjualannya dengan melibatkan banyak pengawas loket penjualan tersebut serta para pengawas dibekali handy talky," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santosodalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
BACA JUGA:Digerebek Polisi Saat Transaksi, Dua Pengedar Narkoba di Muba Divonis 11 Tahun Penjara
Adapun Bareskrim melakukan operasi membongkar kampung tersebut selama 11-16 Mei 2026. Polisi menyebut sistem pengamanan di sana dilakukan secara berlapis oleh sindikat untuk mengawasi aktivitas jual beli sabu.
Berdasarkan hasil penyelidikan, jumlah "sniper" yang berjaga di kawasan tersebut mencapai 31 orang pada malam hari dan 22 orang pada siang hari.
"Dari hasil pengamatan keadaan malam hari di Gang Langgar terdapat 31 sniper (Anggota sindikat Narkoba yang bertugas sebagai pengawas area kampung narkoba) pada setiap gangnya yang mana masyarakat di daerah Gang Langgar lebih sensitif terhadap orang yang datang," ungkap Eko.
Para pengawas itu bertugas mengarahkan calon pembeli masuk ke lokasi transaksi menggunakan kode tangan sembari memberikan informasi melalui HT kepada jaringan di dalam gang.
Dalam operasi undercover buy atau penyamaran yang dilakukan polisi, para "sniper" bahkan menerapkan aturan khusus bagi pembeli yang hendak masuk ke lokasi penjualan narkoba di Blok F Gang Langgar.
“Sniper (pengawas) mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu," jelas Eko.
Polisi menyebut sistem pengamanan itu membuat kawasan Gang Langgar sulit dimasuki orang asing karena warga dan pengawas lapangan sangat sensitif terhadap orang yang datang.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dukung Pemberantasan Narkoba di Lapas dan Rutan