“Pencegahan kekerasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar lebih efektif,” katanya. Satgas ini juga menjadi wadah edukasi dan pencegahan yang aktif di lingkungan kampus.
Ketua Rumah Ibu, Maphilinda Syahrial Oesman menjelaskan bahwa Rumah Ibu telah melakukan berbagai bentuk kreativitas yang tidak hanya menambah penghasilan keluarga, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi.
“Kreativitas ini juga menjadi sarana melatih kesehatan mental, karena saat kita berkegiatan produktif, mental kita juga terjaga,” ujarnya.
Rumah Ibu memberikan contoh nyata bagaimana inovasi di bidang ekonomi dapat bersinergi dengan aspek kesehatan psikologis perempuan.
Ketua Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini menambahkan bahwa pencegahan kekerasan dan permasalahan sosial lainnya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan perlu kolaborasi semua elemen masyarakat.
Sosialisasi Pembalut Kain Cindo-Pads
BACA JUGA:Kolaborasi WCC: Lebih Sehat, Lebih Nyaman, Cindo Pads Resmi Hadir Di Palembang
BACA JUGA:Eddy Santana Tawarkan SIGAB BANG Atasi Banjir di Palembang
Sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi perempuan, WCC Palembang memperkenalkan edukasi singkat sekaligus pengenalan usaha mikro berkelanjutan yang dikelola bersama kelompok perempuan di Kota Palembang.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah produk pembalut kain (Cindo Pads) yang dapat digunakan kembali. Produk ini dibuat dari bahan kain yang higienis dan ramah lingkungan, sebagai alternatif yang mendukung kesehatan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Kelompok perempuan yang berkolaborasi dalam usaha ini meliputi Bank Sampah Kenanga, HWDI Sumsel, WLCC Palembang, dan Kelompok Perempuan Jaya Bersama.
Melalui kolaborasi ini, WCC Palembang berharap dapat meningkatkan kemandirian finansial perempuan sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
BACA JUGA:Proses Pemberangkatan Kloter Rampung, 41 Kuota Haji Embarkasi Palembang Tahun 2026 Tak Terpenuhi
BACA JUGA: Roehana Koeddoes: Perempuan Pertama dalam Jurnalisme, Ironis dengan Legacy Pemikiran Visioner