Cegah Kekerasan, Perempuan Harus Aktif dan Mandiri Finansial

Sabtu 16-05-2026,05:44 WIB
Reporter : Wiwik
Editor : Wiwik

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Sebagai bentuk penolakan dan pencegahan tindak kekerasan, sejatinya perempuan harus aktif dan mandiri finansial.

Penguatan peran penting perempuan dibahasa dalam talkshow 'Perempuan, Lingkungan dan Kemandirian Finansial: Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Menjaga Kesehatan, Lingkungan dan Ekonomi Keluarga” ini dimoderatori oleh Ketua Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi. 

Acara yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang organisasi perempuan dan lingkungan.

Diantaranya Direktur WALHI Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada SSos MS, Ketua Rumah Ibu sekaligus Pembina WCC Palembang, Hj Maphilinda Syahrial Oesman MIKom, serta Ketua Satgas PPKPT STIE Aprin Palembang, Dr Dra Hj Telly Pauline Ulviana Siwi MSi MMPSi, dan Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani.

BACA JUGA:Kolaborasi WCC: Lebih Sehat, Lebih Nyaman, Cindo Pads Resmi Hadir Di Palembang

BACA JUGA:Gelorakan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: FJPI Sumsel Siap Gelar Workshop KBGO

Dalam sesi diskusi, para narasumber menegaskan pentingnya peran perempuan yang tidak hanya terbatas sebagai pengelola rumah tangga. Tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi. 

Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani memaparkan peran WCC yang fokus pada pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan, penguatan kepemimpinan, dan ekonomi perempuan melalui program koperasi simpan pinjam dan usaha mikro berkelanjutan seperti pembuatan pembalut kain Cindo-Pads. 

“Peningkatan ekonomi perempuan berdampak langsung pada pencegahan kekerasan. Sebelumnya, banyak korban kekerasan bertahan karena ketergantungan ekonomi,” jelas Yessy. Hal ini menegaskan pentingnya ekonomi mandiri sebagai benteng perlindungan perempuan.

Direktur WALHI Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada menyoroti keterkaitan erat antara kerusakan lingkungan dan perempuan. 

BACA JUGA:Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Sukses Fasilitasi Embarkasi Haji 2026

BACA JUGA:Peringati HUT Sumsel ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa dan Khotmil Qur’an

“Perempuan sangat dekat dengan sumber daya alam, terutama air. Ketika air tercemar, perempuan yang paling terdampak karena peran mereka dalam keluarga dan masyarakat,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa perempuan juga menjadi tulang punggung pengetahuan masyarakat dalam menjaga tanaman dan lingkungan sekitar. Kerusakan lingkungan tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga menambah kerentanan perempuan terhadap kekerasan.

Dr Dra Hj Telly Pauline Ulviana Siwi, Ketua Satgas PPKPT STIE Aprin Palembang, menjelaskan bahwa keberadaan Satgas PPKPT yang diwajibkan oleh Permendikbudristek tahun 2024 merupakan langkah strategis untuk melindungi civitas akademika dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk bullying dan kekerasan seksual. 

Kategori :