AS Akhiri Perang, Iran Menang Negosiasi

Rabu 06-05-2026,15:47 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

WASHINGTON DC, SUMEKS.CO - Amerika Serikat (AS) sepertinya menyerah dalam perang melawan Iran. Negeri Paman Sam itu menyatakan operasi militer terhadap Iran telah rampung dan mencapai target utama dalam aksinya tersebut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam konferensi pers tak biasa di Gedung Putih, Selasa (5/5/2026).  Dia hadir menggantikan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang tengah menjalani cuti melahirkan, sebagaimana dilansir Reuters.

"Operation Epic Fury sudah selesai. Kami mencapai tujuan dari operasi tersebut. Saya tidak akan tidak mengharapkan situasi tambahan terjadi. Kami lebih memilih jalur damai. Apa yang diinginkan presiden adalah sebuah kesepakatan," kata Rubio.

BACA JUGA:Ini Aturan Baru Melintas di Selat Hormuz yang Dibuat Iran

BACA JUGA:Kapal Tanker Iran Nyasar ke Perairan Indonesia, ini Kata Kemlu

Meski operasi utama dinyatakan berakhir, AS kini meluncurkan operasi baru berskala lebih kecil yang dinamakan "Project Freedom".

Operasi ini berfokus pada pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat krusial bagi pasokan minyak dunia.

Rubio menegaskan, "Project Freedom" bersifat defensif. Dia menyatakan, AS tidak akan melakukan tindakan militer kecuali jika diserang lebih dulu. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terkait belum diamankannya cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran serta situasi keamanan di Selat Hormuz.

Redam kritik 

BACA JUGA:Presiden Prancis Desak AS-Iran Buka Selat Hormuz Secara Terkoordinasi

BACA JUGA:Ini Kronologi Presiden Asosiasi Sepak Bola Iran Gagal Ikuti Kongres FIFA di Kanada

Di sisi lain, pernyataan Rubio ini dinilai sebagai upaya untuk meredam kritik dari Kongres AS. Para anggota legislatif sebelumnya menuding Presiden AS Donald Trump telah melanggar aturan perang yang tertuang dalam War Powers Resolution tahun 1973.

Beleid tersebut membatasi tindakan militer presiden tanpa persetujuan Kongres dalam kurun waktu 60 hari. Diketahui, konflik dengan Iran dimulai sejak 28 Februari 2026 melalui serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan AS.  

Batas waktu 60 hari untuk mengakhiri atau memperpanjang mandat perang tersebut jatuh pada Jumat (1/5/2026).

Pemerintah AS menyiasati ketentuan hukum tersebut dengan mengumumkan secara resmi bahwa "Operation Epic Fury" telah berakhir pada hari Jumat itu.

BACA JUGA:Trump Klaim Iran Sangat Ingin Membuat Kesepakatan

Kategori :