Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pelayanan penyampaian aspirasi masyarakat yang mengambil skenario di depan Kantor DPRD Kabupaten OKI.
Dalam simulasi tersebut, digambarkan massa aksi yang terdiri dari elemen masyarakat, khususnya sopir truk dan angkutan, mulai berkumpul di kawasan Taman Segitiga Emas sebelum bergerak menuju kantor DPRD.
BACA JUGA:Program Belida Polres OKI Bersihkan Masjid Baiturrahman dan Pasar Kayuagung
BACA JUGA:Satresnarkoba Polres OKI Ungkap Jaringan Narkoba Bersenjata, Dua Tersangka Dibekuk dalam Dua Hari
Situasi kemudian berkembang dengan pengerahan personel. Satuan Intelkam melakukan deteksi dini, sementara Kabag Ops bertindak sebagai koordinator dengan dukungan tim negosiator dan Dalmas awal.
Personel Satlantas turut melakukan pengawalan massa serta pengaturan lalu lintas, sedangkan Propam melakukan pengawasan internal di area kegiatan.
Dalam skenario lanjutan, kondisi memanas hingga berujung tindakan anarkis. Aparat kemudian mengerahkan kendaraan taktis pengurai massa, melakukan pendorongan oleh Dalmas lanjutan, hingga penanganan kebakaran oleh petugas pemadam. Water cannon (AWC) juga diterjunkan untuk mengurai massa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan menjadi bagian dari upaya Polres OKI dalam meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.