Menjawab Tulisan Dahlan Iskan 'Bertahan Menyerang'

Kamis 16-04-2026,19:23 WIB

Prof Dr Kholid Al Walid, dosen dan Guru Besar di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Saya selama ini banyak membaca tulisan-tulisan renyah Dahlan Iskan. Bagi saya sangat menarik setelah dahulu saya mengagumi Goenawan Muhammad dalam Catatan Pinggir. 

Dahlan Iskan sangat produktif menulis dan dimanapun sepertinya beliau tidak berhenti menulis dan menjadikan apapun yang beliau lewati, alami dan saksikan jadi objek tulisan beliau. Saya pribadi sangat apresiatif pada beliau. 

Tapi kekaguman kan tidak harus menghilangkan kekritisan kita dan khususnya tulisan beliau yang beredar Rabu tanggal 15-04-2026 dengan judul Bertahan Menyerang. 

Dalam tulisan tersebut beliau mengajak beramai-ramai memuji Trump dengan tujuan mulia agar Trump menghentikan perangnya.

Kenapa itu harus dilakukan karena menurut Sasa (Heralda Savira. Red) yang jadi host beliau setiap jam 5 pagi yang merupakan alumnus s-2 psikologi Unair yang menyatajab bahwa "Menyerang itu cara Trump untuk bertahan".

BACA JUGA:Ketika Marja Kami Dibunuh: Renungan Seorang Syiah Indonesia

BACA JUGA:Pakistan Desak AS-Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Negosiasi Gagal

Jadi Iran menurut Dahlan Iskan harusnya memuji Trump dan bukan meledek Trump. 

Dahlan Iskan terjebak dalam penyederhanaan persoalan bahkan sangat menyederhanakan.

Trump itu menurut 209 Ahli Kesehatan Mental Amerika menyatakan bahwa Trump mengalami gangguan mental dan Narsisitik berat. Silahkan baca tulisan Nigel Barber P.hd dengan judul "Does Trump Suffer from Narcissistic Personality Disorder? "

Harusnya Pak Dahlan melihat kurang apa Mohammed bin Salman Raja Arab Saudi memuji-muji Trump, bahkan menghadiahi Trump dengan 600 juta dollar demikian juga Kerajaan Qatar yang menghadiahi Trump dengan pesawat jumbo Boeing 747 tapi apa yang mereka dapat setelah itu? Malah di suruh cium pantat Trump.

Persoalan yang terjadi bukan hanya menyangkut Trump tapi demikian juga presiden Amerika sebelumnya. Ini antara yang buruk sekali dan sangat buruk tapi selama ini sama terutama dalam sikap terhadap kebrutalan Israel. Amerika  seperti Orc yang dikendalikan oleh Smeagol (Israel) dalam film The Lord of the Ring. 

Jadi persoalannya Pak Dahlan selama Amerika masih merasa penguasa jagat raya ini dan merasa punya kuasa untuk menentukan segala sesuatu di dunia ini dengan syahwatnya. Lihatlah Qadafi, Saddam Husein  Bashar Assad, Maduro. 

Iran sekali lagi Pak Dahlan negara yang dibentuk oleh 2 hal penting Peradaban Persia yang besar dan Mazhab Syi'ah yang siap berkorban dan pantang menyerah. Dan saya yakin kali ini Pak Dahlan keliru, menjilat pantat Trump tidak akan bisa menghentikan nafsu bejatnya.

Kategori :