PALEMBANG, SUMEKS.CO - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang terus mengintensifkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.
Bersama Masyarakat Konsumen Listrik Indonesia (MKLI), PLN UP3 Palembang menggelar sosialisasi pencegahan bahaya listrik di Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, yang dihadiri oleh forum RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, hingga unsur linmas 27 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman, seiring tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Team Leader K3L UP3 Palembang, Theo Andinny Putri, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko listrik perlu terus diperkuat agar potensi kecelakaan dapat diminimalisasi.
BACA JUGA:Perkuat Soliditas, Polres OKI Jalin Silaturahmi dengan PLN UP3 Ogan Ilir
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi dengan PLN: Jaga Infrastruktur Energi dan Proyek Nasional
“Listrik telah menjadi kebutuhan utama, mulai dari penerangan, peralatan rumah tangga, hingga perangkat digital. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan listrik secara optimal, tetapi juga memahami potensi risikonya guna menghindari potensi bahaya sejak dini,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, PLN mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, seperti aktivitas bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, pohon yang menyentuh jaringan tegangan menengah (SUTM).
Hingga pemasangan bangunan atau spanduk yang terlalu dekat dengan jaringan listrik. Masyarakat diimbau untuk menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik guna menghindari risiko sengatan maupun korsleting.
Selain itu, PLN juga memberikan edukasi praktis yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan penggunaan charger ponsel di dalam rumah. Masyarakat diingatkan untuk tidak membiarkan charger tetap terpasang di stop kontak, terutama yang berada di dekat tempat tidur.
BACA JUGA:Promo Spesial Ramadhan 1447H: PLN UID S2JB Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen via PLN Mobile
BACA JUGA:PLN dan Kadin Sumsel Sinergi Dukung KEK Tanjung Carat, Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kebiasaan tersebut berpotensi memicu panas berlebih, yang dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan korsleting hingga kebakaran.
PLN mengimbau masyarakat untuk selalu mencabut charger setelah digunakan, menggunakan perangkat yang sesuai standar, serta menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diedukasi tentang langkah penanganan awal apabila terjadi insiden sengatan listrik. Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta untuk tidak menyentuh korban secara langsung, melainkan terlebih dahulu mematikan sumber listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB).