Resmikan Ground Breaking Jalan di PALI, Gubernur HD Targetkan Infrastruktur Dorong Segitiga Emas Sumsel

Resmikan Ground Breaking Jalan di PALI, Gubernur HD Targetkan Infrastruktur Dorong Segitiga Emas Sumsel

Gubernur Sumsel, Herman Deru, meresmikan groundbreaking perbaikan jalan rigid beton ruas Simpang Raja-Simpang 4 PT MHP di Kabupaten PALI. --

PALI, SUMEKS.CO - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, meresmikan ground breaking perbaikan jalan rigid beton ruas Simpang Raja-Simpang 4 PT MHP di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu, 22 April 2026.

Hal ini sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Jalan sepanjang 1.520 meter dengan lebar 7 meter itu ditargetkan mulai dikerjakan pada 9 Februari hingga 7 Agustus 2026. Proyek ini didanai melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan di Kabupaten PALI.

Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam meningkatkan konektivitas dan memperkuat posisi strategis PALI sebagai daerah perlintasan.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Sebut Car Free Night Atmo Hadirkan Ruang Bahagia dan Aman bagi Warga Palembang

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Pelayanan Kelistrikan Merata di Sumsel

"Atas nama Pemprov, kami memberikan dukungan penuh. Mudah-mudahan PALI menjadi kabupaten yang sesuai dengan harapan para pemrakarsanya," ujarnya.

Ia menilai PALI memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan strategis di Sumatera Selatan.

"PALI tidak bisa disamakan dengan kabupaten yang sudah lama berdiri. Namun, kita optimistis karena PALI kaya potensi dan memiliki kekompakan. Ini harus menjadi segitiga emas Sumsel," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong AFI Lahirkan Sultan Muda Baru di Sumsel

BACA JUGA:Buka Peluang Investasi di Sumsel, Gubernur Herman Deru Sambut Konjen Tiongkok

"Di tengah keterbatasan anggaran, kita membutuhkan komunikasi untuk mensinergikan kemampuan. Harus ada tekad untuk bekerja sama dan berpikir bersama, karena semua saling terkait," katanya.

Ia mengingatkan para investor agar berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, tidak semata-mata mengejar keuntungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait