SUMEKS.CO - PT Pertamina Patra Niaga berkontribusi dalam aksi Earth Hour tahun 2026 di seluruh wilayah operasi kilang.
Kegiatan dilakukan melalui pemadaman lampu secara serentak di Komplek Perumahan kilang dan perkantoran selama 1 jam pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat pada hari Sabtu kemarin.
Kegiatan dilakukan di seluruh wilayah operasi kilang mulai dari Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan hingga Kilang Kasim. Kegiatan Earth Hour sendiri merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF).
"Pertamina Patra Niaga khususnya di lingkungan kilang telah melaksanakan kegiatan Earth Hour sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk terus mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi baik pekerja, mitra kerja dan keluarga," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.
BACA JUGA:Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
BACA JUGA:Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
Para pekerja Pertamina Patra Niaga bersama dengan masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati Earth Hour sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Kegiatan global ini dilakukan dengan mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam, sebagai simbol komitmen dalam menghemat energi dan melindungi bumi.
"Earth Hour yang diperingati setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan," kata Roberth.
Roberth mengatakan Earth Hour bukan sekadar mematikan lampu selama satu jam, tetapi merupakan pengingat bahwa perubahan kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
BACA JUGA:Presiden Imbau Hemat Energi, Pertamina Bagi Tips Masak yang Lebih Efisien
"Penghematan energi, pengurangan emisi karbon, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tujuan utama dari gerakan ini," jelas Roberth.
Aksi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga juga kata Roberth, diharapkan dapat menjadi contoh nyata untuk mengajak masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi selama satu jam, tetapi juga menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
"Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, serta bijak menggunakan energi dapat membantu menjaga kelestarian bumi," ujar Roberth.