BANYUASIN, SUMEKS.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mendukung rencana Pemerintah pusat menerapkan pengurangan hari kerja dan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kita pada prinsipnya dukung adanya rencana itu,"kata Erwin Ibrahim Sekda Banyuasin, Selasa 24 Maret 2026.
Hal itu dilakukan dalam rangka upaya penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, sebagai langkah antisipasi pemerintah pusat terhadap ketidakpastian harga energi dunia.
Kondisi geopolitik yangberimbas dan dampak ekonomi akibat konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah dan Eropa."Apalagi dalam rangka efisiensi, kita dukung,"tegasnya.
BACA JUGA:Sekda Banyuasin Sidak, Ini Hasilnya!
Namun untuk penerapan kebijakan itu di Kabupaten Banyuasin, Erwin mengungkapkan kalau pihaknya akan menunggu juknis dari pemerintah pusat."Kita belum terima juknisnya,"terangnya.
Tapi kata Erwin Ibrahim untuk pelayanan publik seperti pembuatan dokumen kependudukan, kesehatan yang berhubungan dengan masyarakat kemungkinan tidak ada pengurangan.
"Sektor pelayanan publik kita harap tetap bekerja seperti biasa,"ungkapnya.
Apakah dengan adanya pengurangan hari kerja itu, nantinya akan hanya ada empat hari kerja yaitu Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Kemudian untuk hari Jumat akan menjadi hari libur."Kita akan cek aturannya,"imbuhnya.
BACA JUGA:Nelayan Banyuasin Mengeluhkan Harga Bahan Bakar Mahal, Sekda Banyuasin Minta Perhatian Pemerintah
BACA JUGA:PPPK Pemkab Banyuasin Gigit Jari, TPP Tahun 2026 Dihapus
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) dan pengurangan hari kerja.
Prabowo menyinggung langkah yang diambil beberapa negara dalam menghadapi potensi krisis energi seperti Pakistan.