Kalau untuk angin-angin kencang di daerah Trans SP 7 sudah biasa apalagi di lokasi merupakan areal transmigrasi dan berada dekat persawahan dan lahan kebun sawit. Rupanya kemarin bencana alam angin puting beliung.
"Bencana alam angin puting baru pertama kali ini terjadi di Trans kami kalau angin kencang biasa sering," ucapnya.
BACA JUGA:Jelang Nataru, Antisipasi Potensi Bencana Alam
Lanjutnya, dari musibah angin puting beliung itu rata-rata rumah warga hancur terutama untuk atap-atap rumah sudah terbang semua.
"Peristiwa bencana ini sudah kami laporkan ke pemerintahan desa. Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah. Jadi minta agar ditindaklanjuti," jelasnya.
Babinsa Koramil 402-13/Sungai Menang, Peltu Tema Arifadi, mengatakan, bahwa di Trans SP 7 Desa Gajah Mati telah terjadi bencana alam angin puting beliung kemarin usai magrib.
"Akibat bencana alam itu rumah warga hancur khususnya atap rumah sudah terbang. Rumah yang rusak ada 9 dan 1 musolah Rohudatul Jannah" jelasnya.
BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Banyuasin, Puluhan Rumah Rusak
BACA JUGA:Tiga Desa di Kabupaten Banyuasin Roboh Diterjang Angin Puting Beliung
Dari peristiwa bencana alam itu tidak ada korban jiwa hanya rumah-rumah warga yang hancur. Termasuk juga dermaga SP7 ikut hancur. Saat ini korban telah mengungsi di rumah warga yang tidak terkena angin puting beliung.
"Situasi saat ini di lokasi bencana masih aman dan kondusif," tukasnya.