SUMEKS.CO - Smartphone generasi terbaru tahun 2026 mulai menghadirkan fitur Wireless Reverse Charging dengan daya hingga 50W yang memungkinkan satu ponsel mengisi daya perangkat lain secara nirkabel.
Teknologi ini membuat smartphone dapat berfungsi sebagai powerbank darurat, terutama dalam situasi perjalanan jauh seperti mudik ketika akses ke sumber listrik terbatas.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat membantu mengisi baterai ponsel anggota keluarga hanya dengan menempelkan perangkat di bagian belakang tanpa memerlukan kabel tambahan.
Wireless Reverse Charging sebenarnya bukan teknologi yang benar-benar baru, tetapi peningkatan kapasitas hingga 50W membuat fitur ini jauh lebih praktis dibanding generasi sebelumnya.
BACA JUGA:HP Bisa Jadi Powerbank Darurat Saat Baterai Menipis? Trik Darurat di Tengah Jalan Mudik Lebaran 2026
Pada versi awal, pengisian daya balik nirkabel biasanya hanya memiliki daya rendah sehingga proses pengisian berlangsung lambat. Dengan peningkatan daya yang signifikan, smartphone kini mampu mengisi baterai perangkat lain dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dan efisien.
Teknologi ini memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik yang memungkinkan energi listrik berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain tanpa menggunakan kabel.
Ketika dua perangkat saling berdekatan, kumparan pengisi daya di dalam ponsel pengirim menghasilkan medan magnet yang kemudian diterima oleh kumparan pada perangkat penerima. Energi tersebut kemudian diubah kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Menurut penjelasan dari Wireless Power Consortium sebagai organisasi yang mengembangkan standar pengisian daya nirkabel global, teknologi pengisian nirkabel terus berkembang dengan peningkatan efisiensi serta kecepatan transfer energi.
BACA JUGA:Unik, Powerbank Buatan Infinix Ada Cooling Systemnya, MAGPOWER Turbo Bikin Suhu HP Tetap Dingin
Organisasi tersebut menyebutkan bahwa standar pengisian daya modern memungkinkan perangkat mobile berbagi energi secara lebih stabil dengan kehilangan daya yang semakin kecil.
Kemampuan smartphone menjadi sumber energi darurat semakin relevan karena perangkat mobile kini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari.
Ponsel tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga untuk navigasi perjalanan, transaksi digital, hingga akses informasi selama berada di jalan. Ketika baterai habis di tengah perjalanan, aktivitas digital tersebut dapat terganggu.