“Kita perlu peremajaan kendaraan tua dan pengadaan armada baru agar sistem distribusi sampah benar-benar efektif dan efisien. Manajemen pengelolaan sampah ke depan harus berbasis data yang akurat,” tegasnya.
BACA JUGA:Ratu Dewa Apresiasi Gelaran AMA Indonesia Turnamen Padel Amal Serentak di 13 Kota
BACA JUGA:Jelang Ramadan 1447 H, Ratu Dewa dan Mendag Pastikan Harga Sembako di Palembang Terkendali
Di sisi lain, Pemkot Palembang juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Tanpa partisipasi warga, proyek sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal. Dewa mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Program “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” menjadi salah satu strategi andalan. Saat ini telah terbentuk 96 bank sampah dari total 107 kelurahan. Setiap bank sampah rata-rata mampu mengurangi 0,5 hingga 1 ton sampah per hari, atau secara keseluruhan sekitar 50–100 ton per hari.
“Ini setara 4–8 persen dari total produksi sampah harian. Cukup signifikan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Dr Akhmad Mustain, S.STP, M.Si menerangkan bahwa sampah yang masuk ke fasilitas akan ditampung di bunker selama tujuh hari sebelum diproses melalui sistem pembakaran (combustion).
BACA JUGA:Ratu Dewa Realisasikan Regrouping: Tahap Awal 4 OPD Ini Berkantor di DPMPTSP Jakabaring
Mustain mengklaim, insinerator akan menjadi bagian kunci dalam proses pengolahan sampah. Sistemasinya, sampah akan dibakar pada suhu tinggi untuk menghasilkan uap titik uap itu lalu, digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.
Secara garis besar, PLTSa Keramasan akan memberikan kontribusi terhadap penyediaan listrik dengan proyeksi daya listrik dapat menghasilkan 20 megawatt (MW), dengan sekitar 17,7 MW akan disalurkan ke jaringan listrik PLN.
"Kita berharap, ini dapat memperkuat backbone listrik Palembang, yang seiring pertumbuhannya membutuhkan tambahan pasokan energi,” ujarnya.
Setiap hari, Palembang menghasilkan antara 1.200-1.500 ton sampah, dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 14 ribu ton sampah per tahun.
BACA JUGA:Walikota Ratu Dewa Tegaskan Tidak Terlibat Dalam Kejuaraan Karate Piala Walikota Palembang
BACA JUGA:Kisah Hidup Wako Ratu Dewa Pukau Penonton dalam Drama Musikal
Melalui PLTSa ini, sebagian besar sampah dapat diolah menjadi energi listrik, mengeluhkan adanya dua Wajah sehingga mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah)," katanya.