SUMEKS.CO - Daihatsu Rocky Hybrid andalkan teknologi e-Smart sebagai senjata utamanya untuk mendobrak pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Daihatsu Rocky Hybrid pertama kali menyapa publik pada ajang GIIAS 2025 ini bukan sekadar mobil irit biasa.
Daihatsu menyematkan sistem strong hybrid dengan mekanisme kerja yang unik, berbeda dari kebanyakan mobil hybrid yang beredar di jalanan saat ini.
Jika biasanya mesin bensin dan motor listrik bekerja bergantian atau bersamaan memutar roda (paralel), Rocky Hybrid menganut sistem Hybrid Serial.
BACA JUGA:Daihatsu Sigra 2026, MPV LCGC Favorit Keluarga dengan Desain Lebih Modern! Ini Spesifikasinya
BACA JUGA:Harga Daihatsu Terios 2026: SUV Keluarga dengan Beragam Pilihan Tipe
Dalam sistem e-Smart Hybrid ini, roda kendaraan sepenuhnya 100 persen digerakkan oleh motor listrik.
Mesin bensin berkapasitas 1.200 cc dengan kode WA-VEX yang tertanam di balik kap mesin hanya berfungsi sebagai "generator" atau pengisi daya baterai.
Daihatsu Rocky Hybrid --
Jadi, mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda. Energi dari bensin diubah menjadi listrik untuk menyuplai baterai hybrid berkapasitas 0,74 kWh.
Baterai ini diklaim memiliki daya tampung 6 kali lebih besar dibanding kompetitor di kelasnya, bahkan setara dengan SUV hybrid kelas medium.
Klaim "setara motor matic" bukan sekadar gimmick pemasaran. Berdasarkan metode pengujian standar Jepang JC08, mobil ini mampu mencatatkan efisiensi bahan bakar hingga 34,8 km per liter. Namun, fakta di lapangan justru lebih mencengangkan.
Dalam sesi test drive yang melibatkan awak media dengan rute kombinasi khas perkotaan—meliputi jalan menanjak, macet, hingga jalan aspal dan paving block—konsumsi BBM-nya terbukti sangat efisien.