Panel instrumen juga mendapat penyempurnaan. Meski masih analog, kini tersedia layar digital kecil yang menampilkan indikator bahan bakar, odometer, dan trip meter.
Ini jelas menjadi nilai tambah dibanding versi lama yang belum memiliki indikator bensin.
Berbagai indikator lain seperti ABS, engine check, netral, dan lampu jauh juga sudah tersedia.
Tangki bahan bakar terlihat besar, namun kapasitasnya justru turun menjadi 12 liter, dari sebelumnya 13,5 liter.
Di sektor belakang, W175 ABS masih mengandalkan rem tromol berdiameter 110 mm, suspensi ganda dengan lima setelan preload, serta pelek jari-jari berbalut ban IRC ukuran 100/90 ring 17.
Knalpot bergaya peashooter tetap dipertahankan, lengkap dengan beberapa tambahan cover pelindung baru yang meningkatkan kenyamanan dan keamanan.
Untuk mesin, spesifikasinya masih sama: 177 cc, 1 silinder SOHC, 2 klep, berpendingin udara, dengan tenaga 12,8 HP dan torsi 13,3 Nm.
Namun, bobot motor kini meningkat menjadi 135 kg, lebih berat sekitar 11 kg dibanding versi karburator. Inilah yang membuat akselerasinya terasa sedikit lebih santai, meski tetap halus dan nyaman di kecepatan rendah.
Dari sisi ergonomi, W175 ABS versi CKD Indonesia justru terasa lebih ramah.
Setang lebih tinggi dan dekat ke badan, jok empuk dan rendah, serta posisi kaki yang maju membuat motor ini nyaman untuk penggunaan harian, bahkan untuk pengendara dengan tinggi sekitar 160 cm.
Soal harga, Kawasaki W175 ABS 2026 dibanderol Rp38,5 juta, naik cukup signifikan dibanding W175L karburator sebelumnya.