SUMEKS.CO - Tren overlanding dan camping mandiri terus naik di tahun 2026, membuat rooftop tent hardshell makin banyak dilirik karena dianggap lebih aman dan praktis dibanding tenda kain biasa.
Review rooftop tent hardshell 2026 jadi topik panas karena banyak pengguna mulai mempertanyakan satu hal penting, seberapa kuat tenda ini menghadapi badai dan angin kencang yang sering muncul tiba tiba di pegunungan dan pesisir.
Alasan ini krusial karena kegagalan tenda saat cuaca ekstrem bukan cuma bikin perjalanan berantakan tapi juga berisiko pada keselamatan.
Rooftop tent hardshell dikenal dengan cangkang keras berbahan ABS reinforced, fiberglass, atau aluminium alloy yang dirancang aerodinamis. Bentuk cangkang ini membuat tekanan angin bisa terdistribusi lebih merata dibanding rooftop tent soft shell.
BACA JUGA:Aspal Licin vs Tanah Liat Lengket, Adu Daya Cengkeram Ban Mobil MT dan AT saat Musim Hujan
BACA JUGA:Polytron T-Rex: Motor Listrik Bongsor Siap Ramaikan Segmen Premium Indonesia
Berdasarkan data uji produk yang dirilis beberapa produsen global dan laporan pengujian lapangan komunitas overlanding Asia Tenggara, hardshell rata rata mampu bertahan di hembusan angin konstan 40 sampai 60 km per jam tanpa deformasi struktur, selama pemasangan roof rack sesuai standar beban dinamis kendaraan.
Faktor ketahanan badai bukan cuma soal cangkang luar, tapi juga mekanisme buka tutup dan sistem penguncian. Model hardshell 2026 umumnya sudah memakai gas strut heavy duty berbahan stainless dan sistem lock baja yang tertanam di beberapa titik.
Menurut data spesifikasi teknis dari pabrikan aksesori off road internasional, sistem ini diuji hingga ribuan kali buka tutup dengan beban angin lateral untuk memastikan tenda tidak terbuka sendiri saat diterpa angin kencang.
Material dinding dalam juga memegang peran penting. Banyak produk terbaru menggunakan kombinasi kain ripstop polyester berlapis PU dengan rating waterproof hingga 3000 mm.
Angka ini berdasarkan standar pengujian tahan air internasional yang juga dipakai pada perlengkapan militer dan ekspedisi.
Dengan lapisan tersebut, air hujan deras dan angin yang membawa air secara horizontal tetap bisa ditahan tanpa rembesan signifikan, asalkan ventilasi ditutup sesuai prosedur cuaca ekstrem.
Dari sisi desain, rooftop tent hardshell yang paling tahan badai biasanya punya profil rendah saat dibuka. Semakin rendah sudut dinding terhadap angin, semakin kecil tekanan yang diterima.