Turbo memanfaatkan gas buang, sedangkan supercharger digerakkan langsung oleh mesin. E-Compressor Honda bekerja secara mandiri menggunakan tenaga listrik.
BACA JUGA:Yamaha NMAX Turbo 2026 Resmi Meluncur, Skutik 155 cc dengan Teknologi Revolusioner
Sistem ini memungkinkan suplai udara bertekanan tanpa bergantung pada putaran mesin, sehingga torsi bisa hadir instan sejak rpm rendah hingga tinggi tanpa jeda.
Keunggulan lain, sistem ini tidak membutuhkan intercooler dan lebih fleksibel dalam penempatan komponen.
Dampaknya, distribusi bobot dan sentralisasi massa dapat diatur lebih optimal pada motor yang memiliki ruang terbatas.
Terdapat pula konfigurasi mesin V3 sebenarnya bukan hal baru bagi Honda.
BACA JUGA:Desain Futuristik CUV E Motor Listrik Premium Honda, Performa Setara Motor Bensin 125cc
Pada dekade 1980-an, pabrikan ini pernah melahirkan model legendaris seperti NS400R dan MVX250F yang mengusung layout serupa.Kini, warisan tersebut dihidupkan kembali dengan pendekatan modern.
Dengan potensi tenaga yang disebut mendekati VFR1200F—yang dikenal mampu menghasilkan sekitar 160 hp—mesin V3R 900 E-Compressor menawarkan kombinasi ukuran ringkas, bobot ringan, dan output besar yang sangat menggoda.
Honda menargetkan teknologi V3 E-Compressor ini siap memasuki pasar Eropa pada 2027. Artinya, versi produksi masih membutuhkan waktu, namun arah pengembangannya sudah semakin jelas.
Jika rencana ini terwujud, Honda berpeluang mencatat sejarah sebagai produsen pertama yang menghadirkan sepeda motor bermesin pembakaran internal dengan kompresor listrik dalam skala produksi massal—sebuah langkah besar yang berpotensi mengubah peta industri roda dua global.