Kementerian Perindustrian dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa pencabutan insentif merupakan bagian dari fase transisi, dari kebijakan stimulus menuju penguatan industri mandiri.
Pemerintah menilai pasar kendaraan listrik sudah memasuki tahap awal kedewasaan, sehingga ketergantungan pada subsidi perlu dikurangi secara bertahap agar struktur harga mencerminkan biaya produksi yang sebenarnya.
BACA JUGA:Biar Mudik Tenang, Ini 5 Rekomendasi Mobil Listrik yang Siap Tempuh Jarak Jauh
BACA JUGA:Farizon SV, Mobil Listrik Niaga di Bawah Rp700 Juta: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Langkah ini juga dimaksudkan untuk mendorong produsen meningkatkan efisiensi dan memperbesar kandungan lokal agar tetap kompetitif tanpa bantuan fiskal langsung.
Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Kendaraan Listrik Indonesia menjelaskan bahwa lonjakan harga di awal 2026 merupakan kombinasi dari tiga faktor utama, normalisasi pajak, fluktuasi nilai tukar, dan kenaikan biaya baterai global sepanjang semester kedua 2025.
Data dari International Energy Agency yang dikutip dalam laporan pasar kendaraan listrik Asia Pasifik menunjukkan harga bahan baku baterai lithium dan nikel mengalami kenaikan rata-rata 12 persen akibat permintaan global yang kembali melonjak.
Kondisi ini ikut menekan struktur biaya produsen meskipun produksi sudah dilakukan di dalam negeri.
Dealer kendaraan listrik di wilayah Jabodetabek juga mengonfirmasi adanya perubahan pola pembelian, transaksi pada minggu pertama Januari 2026 cenderung melambat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sebagian konsumen memilih menunggu program insentif baru dari pemerintah daerah, sebagian lainnya mulai mempertimbangkan kembali mobil hybrid sebagai alternatif.
Fenomena ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik yang mencatat penurunan indeks penjualan kendaraan listrik sebesar 9 persen secara bulanan pada Januari 2026, meskipun secara tahunan masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Namun demikian, tidak semua pihak memandang situasi ini sebagai kemunduran, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa adopsi kendaraan listrik tetap menjadi prioritas nasional untuk menekan emisi karbon sektor transportasi.
BACA JUGA:Mobil Listrik Gleely EX2 Dibanderol Rp 200 Jutaan, Spesifikasi Mesin dan Fitur Gak Kalah Canggih