JAKARTA - Bank Mandiri membagikan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu, 14 Januari 2026.
Langkah ini mencerminkan fundamental perseroan yang tetap solid, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
sama telah dipublikasikan dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), bank dengan kode emiten BMRI ini membagikan informasi dividen interim sebesar Rp100,- (seratus Rupiah) per saham kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS), yang telah ditetapkan pada 7 Januari 2026 lalu.
Adapun, total nilai dividen interim yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp9,3 triliun.
BACA JUGA:Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun Pada 15 Januari 2026
BACA JUGA:Bank Mandiri Resmi Buka Livin’ Fest 2025 di Palembang, Sinergikan UMKM dan Industri Kreatif
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pembagian dividen interim itu telah menjelaskan kondisi permodalan perusahaan yang solid serta likuiditas yang memadai.
Melalui kinerja keuangan yang terjaga, Bank Mandiri tetap memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
“Pembagian dividen interim ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham, sejalan dengan pengelolaan kinerja dan fundamental perseroan yang tetap solid,” ujar Riduan, dalam keterangan resminya.
Pembagian dividen interim ini juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri kepada negara, seiring dengan peran Danantara Indonesia sebagai pemegang saham terbesar perseroan.
BACA JUGA:Perayaan HUT ke-80 RI, Bank Mandiri Taspen Gelar Aksi Sosial dan Kebersamaan di Seluruh Indonesia
Hal tersebut sejalan dengan upaya optimalisasi nilai investasi pemerintah serta penguatan peran Bank Mandiri dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Riduan menambahkan, pembagian dividen interim tersebut didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid hingga akhir November 2025. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi perbankan yang tumbuh positif, di atas rata-rata industri.
Kinerja solid tersebut ditopang oleh fungsi intermediasi yang terus tumbuh positif hingga akhir November 2025. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.452 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata industri dan menegaskan komitmen perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.