Mengapa Jeep Membawa Lini Kendaraan Listrik Terbaru Pada 2026?
Sumeks.co- Pabrikan legendaris Jeep kembali mencuri perhatian publik otomotif Eropa dengan kehadirannya di Brussels Auto Show pada 11 Januari 2026.
Saat pameran ini, Jeep menegaskan langkah agresifnya menuju elektrifikasi, khususnya untuk pasar Eropa.
Mulai dari SUV mungil perkotaan hingga SUV listrik berperforma tinggi, Jeep menawarkan pilihan yang semakin luas bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa meninggalkan DNA petualang.
Apa yang Membuat Jeep Avenger Black Edition Begitu Menarik? Kesuksesan Jeep Avenger di Eropa dengan penjualan lebih dari 235.000 unit kini dilanjutkan lewat kehadiran Avenger Black Edition.
Varian ini tampil lebih garang dengan logo hitam, pelek hitam 17 inci, serta balutan cat hitam penuh yang memberi kesan premium namun tetap tangguh.
Bagaimana Strategi Jeep dan Stellantis Menggarap Pasar EV Eropa di 2026?--
BACA JUGA:Bebas Emisi, Jeep Recon EV 2026 Resmi Diperkenalkan, Perpaduan Off-Road dan Teknologi Listrik
Di dalam kabin, nuansa gelap berpadu dengan layar digital 10,25 inci untuk pengemudi.
Meski tampil elegan, Jeep menegaskan kemampuan off-road tetap terjaga berkat enam mode berkendara dan fitur hill descent control.
Konsumen juga bisa menambahkan sistem audio JBL atau Winter Pack untuk kenyamanan ekstra.
Di Eropa, harga Avenger standar dimulai sekitar €29.995, sementara edisi Black Edition diprediksi dibanderol lebih tinggi.
Bagaimana Performa Jeep Compass Hybrid Terbaru untuk 2026?
Model SUV global favorit, Jeep Compass, mendapat pembaruan signifikan untuk tahun 2026.
Jeep menghadirkan Compass e-Hybrid Plug-In dan Compass 4xe yang menyasar pengguna urban sekaligus pecinta petualangan.
Varian Jeep plug-in hybrid mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik dengan total tenaga 225 hp.
Menariknya, mobil Varian Jeep plug-in hybrid ini mampu melaju lebih dari 90 km hanya dengan tenaga listrik, dan total jarak tempuh diklaim mencapai 983 km.
Sementara itu, Compass 4xe hadir lebih siap medan berat dengan ground clearance lebih tinggi 10 mm, penggerak empat roda berbasis motor listrik belakang, serta jok berbahan khusus yang dua kali lebih kuat dan mudah dibersihkan.
BACA JUGA:Resmi! Suzuki Jual Mobil Listrik Pertama di Indonesia 2026, e-Vitara Dibanderol Rp700 Jutaan
BACA JUGA:Suzuki Burgman 150: Maxi-Scooter Premium yang Nyaman dengan Jok Lebar, Fitur Keselamatan Canggih
Harga di Eropa masing-masing dimulai dari €42.995 dan €49.995.
Mengapa Jeep Wagoneer S Disebut Bintang Utama Pameran? Sebenarnya Sorotan utama di stan Jeep jatuh pada Jeep Wagoneer S, kendaraan listrik murni pertama Jeep yang dipasarkan secara global.
SUV ini mencatat akselerasi 0–100 km/jam hanya dalam 3,5 detik berkat tenaga 600 hp dari dua motor listrik penggerak semua roda.
Interiornya futuristis dengan total layar lebih dari 45 inci, termasuk layar khusus untuk penumpang depan.
Soal pengisian daya, Wagoneer S mampu mengisi baterai dari 20% ke 80 persen hanya dalam 23 menit.
Di Amerika Serikat, SUV listrik premium ini dibanderol mulai sekitar US$65.200, sementara harga Eropa masih dirahasiakan.
Apa Strategi Stellantis di Balik Debut Besar Ini? Di balik kemeriahan Jeep, grup induknya Stellantis juga memanfaatkan Brussels Auto Show sebagai panggung utama.
Alih-alih fokus ke CES Las Vegas, Stellantis memilih Eropa sebagai pusat perhatian, seiring melambatnya pasar mobil listrik di Amerika Serikat.
Strategi ini terbukti relevan, mengingat minat konsumen Eropa terhadap kendaraan listrik dan hybrid terus menunjukkan tren positif.