Face ID vs Touch ID: Dua Cara iPhone Mengenali Penggunanya!

Selasa 13-01-2026,14:50 WIB
Reporter : Septi Riani
Editor : Septi Riani

Jika dilihat dari perspektif pengalaman pengguna, Touch ID memberi rasa kontrol yang tangible, sedangkan Face ID menawarkan fluiditas yang hampir tak terasa. Touch ID adalah gerakan fisik yang jelas, sementara Face ID adalah interaksi yang menghilangkan batas antara manusia dan perangkat. 

Face ID di iPhone memiliki kelemahan utama pada situasi tertentu. Saat pengguna memakai masker, penutup wajah, atau kacamata hitam dengan lensa khusus, sistem sering gagal mengenali wajah.

BACA JUGA:Tecno Spark 40 Mirip iPhone 17 Pro Max dan Dilengkapi Fitur AI Canggih

BACA JUGA:Ditunggu-tunggu, iPhone Fold Malah Terancam Molor hingga 2027

Selain itu, Face ID membutuhkan sudut pandang yang cukup tepat, sehingga jika ponsel diletakkan di meja atau posisi miring, proses otentikasi bisa terhambat.

Kondisi cahaya ekstrem seperti sinar matahari langsung juga dapat mengganggu sensor. Dari sisi kenyamanan, membuka ponsel dengan tatapan kadang terasa kurang privat ketika berada di ruang publik.  

Touch ID pun tidak bebas dari kekurangan. Sensor sidik jari sulit bekerja jika jari basah, berminyak, atau kotor, bahkan luka kecil bisa membuat pembacaan gagal.

Karena bergantung pada tombol fisik, ada risiko aus seiring penggunaan, dan desain layar penuh membuat keberadaan tombol dianggap mengurangi estetika perangkat. Dalam beberapa kondisi, Touch ID terasa lebih lambat dibanding Face ID yang langsung membuka begitu wajah dikenali.  

BACA JUGA:Awas iPhone Bekas Murahan! Ini Trik Jitu Bongkar Kondisi Battery Health agar Pembeli Tak Jadi Korban

BACA JUGA:iPhone 17e Harga Lebih Murah dari iPhone 17 Air, Desain dan Performa Mirip

Singkatnya, Face ID lebih rentan terhadap kondisi wajah dan lingkungan, sedangkan Touch ID lebih rentan terhadap kondisi fisik jari dan desain perangkat. Keduanya sama-sama praktis, tetapi masing-masing punya titik lemah yang muncul dalam situasi berbeda.

Kategori :