Disampaikan mengapa standar ini perketat. Dikarenakan setiap tahunnya puluhan jamaah wafat di Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang tidak stabil.
Jadi, pemeriksaan ini dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi keselamatan jamaah.
Puncak haji di Arafah–Muzdalifah–Mina adalah fase paling berat. Jamaah harus berjalan jauh, berdiri lama, menahan panas hingga 50°C, dan berdesakan dalam kerumunan besar. Jamaah dengan penyakit berat sangat berisiko mengalami kondisi fatal di titik-titik tersebut.
Jadi, oleh karena itu, pemerintah terus mengingatkan calon jamaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin 6–12 bulan sebelum keberangkatan.
BACA JUGA:Ribuan Jemaah Gelar Istighosah Doakan Kesembuhan dan Kebebasan Hukum Haji Halim
Konsultasi dokter spesialis bila memiliki penyakit komorbid. Lalu agar perbaikan gaya hidup, pola tidur, dan asupan nutrisi.
Termasuk mengikuti bimbingan kesehatan dan screening tahap awal. Kesehatan bukan sekadar syarat administrasi, tapi modal utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan kembali pulang dalam keadaan sehat.
Pemeriksaan kesehatan yang ketat ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan setiap jamaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman.