SUMEKS.CO-Samsung bersiap meluncurkan perangkat lipat paling ambisius hingga saat ini, Samsung Galaxy Z TriFold. Sebuah smartphone tri-fold (tiga lipatan) pertama dari perusahaan.
Perangkat ini dikabarkan akan debut di Korea Selatan (Korsel) bulan depan. Meski sebelumnya diprediksi memiliki harga yang sangat tinggi, laporan baru menyebutkan bahwa harga Galaxy Z trifold mungkin sedikit lebih rendah dari perkiraan awal, walaupun tetap berada di kategori premium.
Bayangkan sebuah perangkat Galaxy Z TriFold yang bisa berubah dari smartphone biasa, menjadi tablet mini, dan kemudian menjadi alat kerja multifungsi hanya dengan beberapa lipatan halus.
Ya. Inilah visi Samsung dengan perangkat terbarunya, Galaxy Z TriFold, yang akan hadir bulan depan di Korea Selatan (Korsel).
Bukan sekadar ponsel lipat biasa, ini adalah smartphone trifold pertama dari Samsung, dan mungkin salah satu inovasi paling ambisius dalam dunia perangkat mobile.
Selama beberapa bulan terakhir, berbagai rumor bertebaran mengenai harga Galaxy Z TriFold.
Bahkan banyak yang memprediksi bahwa Galaxy Z TriFold akan dibanderol sangat mahal, bahkan mendekati harga dua ponsel flagship Samsung sekaligus.
Samsung Galaxy Z TriFold hadir sebagai ponsel tri-fold pertama dengan harga lebih rendah dari perkiraan sebelumnya--
BACA JUGA:HP Lipat Tiga Layar Samsung Galaxy Z TriFold Bakal Rilis Minggu Ini, Apakah Masuk Indonesia?
Namun, laporan terbaru dari jurnalis teknologi Korea, @yeux1122, memberi angin segar.
Ia mengklaim bahwa perangkat Galaxy Z Trifold akan dilepas dengan harga sekitar 3,6 juta won, atau kira-kira $2.447 USD. Meski tetap termasuk mahal, angka itu ternyata lebih rendah dari rumor sebelumnya yang menyebutkan harga sekitar $2.720.
Menurut kurs terkini, 1 ₩ (won Korea Selatan) ≈ Rp 11.343. ₩ 3.600.000 sekitar Rp 40.830.000
Jika dibandingkan dengan estimasi awal ~₩ 4.000.000 (~ US$ 2.720), artinya itu kira-kira Rp 45.370.000
Jadi, harga ₩ 3,6 juta won yang dikabarkan untuk Samsung Galaxy Z TriFold setara dengan ± Rp 40–41 juta masih mahal, tetapi lebih “ringan” dibanding prediksi awal (sekitar Rp 45 juta).