BACA JUGA:Andalan Indonesia Aldila Duet dengan Astra Sharma Juara Ganda Putri WTA Tour
BACA JUGA:Beringin Fun Tennis 2025: Ajang Silaturahmi dan Semangat Baru bagi Dunia Tenis Palembang
Pecahkan Rekor 22 Tahun Indonesia. Laju gemilang itu berlanjut di babak utama US Open 2025. Tjen harus menghadapi unggulan ke-24 asal Rusia, Veronika Kudermetova, yang baru saja menembus semifinal Cincinnati.
Namun, kejutan terjadi. Dengan permainan percaya diri, Tjen menang 6-4, 4-6, 6-4, sekaligus mencatat kemenangan ke-100 sejak berstatus profesional.
Kemenangan itu juga memutus puasa panjang tenis Indonesia. Terakhir kali ada petenis putri Tanah Air yang menang di turnamen Grand Slam adalah Angelique Widjaja di Wimbledon 2003.
Artinya, Janice Tjen mengakhiri penantian 22 tahun Indonesia di level tertinggi tenis dunia.
Permainan Janice Tjen kerap disamakan dengan mantan petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty. Gaya slice agresif, forehand penuh perhitungan, serta keberaniannya maju ke net membuat Tjen tampil dengan karakter unik.
Jika Barty dikenal dengan variasi pukulan yang mematikan, Tjen menampilkan versi muda yang segar. Slice bukan hanya untuk bertahan, melainkan pembuka jalan untuk pukulan forehand inside-out yang kerap menjadi senjata pamungkasnya.
BACA JUGA:Atlit Putra dan Putri Soft Tenis Sumsel Berhasil Amankan Tiket PON XXI Aceh-Sumut 2024
Laga Besar vs Raducanu
Pada babak kedua, hari ini Rabu 27 Agustus 2025, Janice Tjen akan berhadapan dengan Emma Raducanu, juara US Open 2021. Pertemuan ini bukan sekadar duel lapangan, tetapi juga laga penting untuk perkembangan kariernya.
Raducanu dikenal sebagai salah satu petenis paling populer di dunia, sementara Tjen berpotensi menjadi bintang baru Asia Tenggara, menyusul popularitas Alexandra Eala dari Filipina.
Dengan populasi lebih dari 248 juta jiwa, Indonesia bisa menjadi pasar besar tenis dunia. Namun, selama ini olahraga tersebut kalah pamor dibanding bulu tangkis.
Jika Tjen mampu terus melangkah, ia bisa menjadi wajah baru tenis Indonesia dan inspirasi generasi muda.