"Saya cuma diam saat dia marah, karena memang saya salah, tapi terlapor S malah menampar muka saya lalu mendorong kening saya dengan telunjuknya," jelasnya.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Kawanan Pelaku Curas dan Pengeroyokan Bersajam Parang di Talang Putri Plaju Palembang
Selanjutnya korban duduk di tempat tidur ingin mengambil Handphone, tapi malah diambil oleh terlapor, dan sambil emosi masih menunjuk nunjuk muka saya.
"Saya sempat kesal, dan membalas untuk membela diri, tapi justru teman teman nya yang lain ikut memukuli saya, ada yang menjambak, mencakar, menduduki badan saya sampai tidak bisa berontak," katanya.
Bahkan parahnya lagi, korban mengaku kepalanya sempat dibenturkan ke dinding kamar kos.
"Sambil menjambak rambut, terlapor juga membenturkan kepala saya ke dinding beberapa kali," tambahnya.
Akibatnya, Korban mengalami luka memar didahi dan hidung, kemudian tangan kanan dan kiri mengalami lecet, serta bibir atas dan bawah memar.
"Saya berharap laporan saya cepat diproses, sebab terlapor juga sudah mengatakan melalui medsos akan melakukan penganiayaan selanjutnya," harapnya.
Laporan tersebut diterima petugas piket SPKT Polrestabes Palembang dengan dugaan pengeroyokan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.
Kepala SPKT melalui Panit III mengatakan Laporan sudah diterima petugas piket dan akan di teruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang.
"Laporan akan segera kami kirim ke Unit bersangkutan untuk segera ditindaklanjuti," tutupnya.