Seorang Santri Meninggal Tak Wajar di Ponpes Tebo Jambi, Orang Tua Ngadu ke Hotman Paris

Minggu 17-03-2024,20:04 WIB
Reporter : Suci Harahap
Editor : Wiwik

SUMEKS.CO - Seorang santri di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Rimbo Bujang, Tebo, Jambi meninggal dunia, diduga jadi korban penganiayaan. Tak terima dengan hal tersebut orang tua santri ngadu ke pengacara kondang, Hotman Paris.

Korban meninggal dunia pada pertengahan bulan November 2023 lalu, namun karena tidak terima dengan kematian anaknya yang tidak wajar kedua orangtuanya melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwajib.

Orang tua dari korban, santri Pondok Pesantren di Jambi tersebut tidak terima melihat anaknya meninggal tanpa sebab yang jelas.


Postingan Hotman Paris tentang pembelaannya untuk orangtua korban-Tangkapan layar Instagram @hotmanparisofficial-

Selain itu ditemukan banyak kejanggalan serta bekas luka di sekujur tubuh anaknya yang meninggal dunia sehingga diduga adanya penganiayaan saat berada di ponpes.

BACA JUGA:Insiden Kecelakaan Sebabkan Korban Meninggal Dunia, Sobli Dihukum 1 Tahun 6 Bulan Penjara

BACA JUGA:Hantam Potongan Kayu, Speedboat Tujuan Bangka Terbalik, 2 Penumpang Meninggal Dunia

Hal ini bahkan dibagikan di laman Instagram pribadi pengacara kondang @hotmanpatisofficial yang membagikan surat laporan orangtua korban, Salim Harahap.


Orangtua korban tunjukkan bukti foto hasil visum -aplikasi X/@little_secret9-

Dalam surat laporan yang dibagikan mengungkapkan banyak kejanggalan atas meninggalnya sang anak.

Parahnya lagi orang tua korban menerima kabar duka meninggalnya sang anak bukan dari pihak ponpes, melainkan dari tetangganya melalui pesan Whatsapp.

Dengan segala cara, Salim mencari informasi kebenaran ke pihak ponpes namun tak kunjung ada balasan dari guru tempat anaknya mondok.

BACA JUGA:Korban Avanza Maut di Plaju Bertambah, Satu Penumpang Meninggal Usai Dirawat 8 Jam di Rumah Sakit

BACA JUGA:Amalkan dan Hafalkan 7 Surat Ini Sebelum Meninggal, Rasakan Manfaatnya di Dunia dan Akhirat

"Sekira pukul 22.00 WIB, pihak dari pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin membawa jenazah anak saya tersebut di simpang tower Desa Muara Kills," tulis Salim dalam laporan yang diunggah Hotman Paris pada Jumat, 14 Maret 2024.

Kategori :