BNPB: Denda Pelaku Karhutla Gunung Bromo Masih Kurang, Tak Sebanding Biaya Water Bombing

Selasa 12-09-2023,19:42 WIB
Editor : Edward Desmamora

MALANG, SUMEKS.CO - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan denda untuk pelaku karhutla Gunung Bromo masih kurang jika dibandingkan dengan biaya water bombing. 

Biaya operasional helikopter water bombing untuk memadamkan karhutla Gunung Bromo Jawa Timur diketahui selama satu jam sudah Rp200 juta.

"Biaya operasional water bombing itu satu sorti, satu jam sudah lebih Rp 200 juta. Saat ini belum tuntas, mungkin masih kurang, karena seperti yang kita lihat di Gunung Arjuno itu operasi water bombing kita sudah lebih dari empat hari. Saya cuma akan berbicara Rp 1,5 miliar," ujar Abdul, dalam Disaster Briefing secara daring, Senin (11/9/2023) malam, seperti dikutip dari Antara dan kompas.com. 

Abdul menjelaskan, sebanyak 90 persen karhutla adalah disebabkan oleh perbuatan manusia. 

BACA JUGA:Innalillahi, Bromo Ditutup untuk Wisatawan Sampai Waktu yang Belum Ditentukan, Begini Pesan Gubernur Khofifah

Pada kawasan lahan gambut, Kementerian LHK telah memiliki mekanisme penegakan hukum. 

Pihak TNI-Polri saat ini juga mengkaji secara forensik sebab kejadian untuk melakukan penegakan hukumnya. 

Hal tersebut juga bisa menjadi evaluasi masyarakat untuk menghindari kebakaran. Sebab, tidak hanya kerugian ekonomi yang dialami, kebakaran juga menyebabkan kerugian ekologi. 

"Untuk kerugian ekonomi mungkin bisa kita bayar, tetapi kerugian ekologi mungkin butuh waktu untuk merestorasi. Mari kita jaga sama-sama lingkungan kita," tutup Abdul.

BACA JUGA: Kocaknya Netizen Palembang, Komentari Prewedding Berujung Malah Petaka di Bromo

Pada hari Rabu, 6 September 2023, kebakaran ini menerjang Bukit Savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) atau yang dikenal dengan Bukit Teletubbies, terbakar dan menghanguskan sekitar 50 hektar wilayahnya.

Dari hasil investigasi awal, diketahui bahwa kebakaran tersebut bermula dari aktivitas sesi pemotretan prewedding yang dilakukan oleh pasangan calon pengantin asal Palembang. 

Dalam sesi pemotretan tersebut, pasangan ini menggunakan konsep dengan menyalakan flare yang ternyata menjadi pemicu kebakaran.

Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana, mengungkapkan bahwa pada sesi pemotretan tersebut pasangan ini membawa lima flare.

BACA JUGA:Tragedi Kebakaran Bromo Akibat Sesi Foto Prewedding Gunakan Flare, Ternyata Calon Pengantinnya Wong Palembang

Kategori :