SUMEKS CO Seiring Non fungible Token atau NFT yang sedang jadi perbincangan mata para penjahat siber kini tertuju pada platform platform yang menyediakan sarana jual beli aset digital tersebut Salah satu yang sedang naik daun adalah OpenSea platform trading NFT yang belakangan jadi buah bibir masyarakat termasuk di Tanah Air karena kisah viral Ghozali Everyday beberapa waktu lalu Terkait OpenSea platform tersebut baru baru ini dilaporkan tengah menjadi sasaran hacker Aset digital senilai puluhan miliar Rupiah dikabarkan telah raih digondol para penjahat dunia maya yang menarget platform tersebut Para penyerang disebut berhasil mencuri ratusan NFT dari pengguna marketplace populer OpenSea Dalam sebuah laporan oleh Molly White yang menjalankan blog Web3 is Going Great disebutkan bahwa nilai token yang dicuri lebih dari USD 1 7 juta atau Rp 24 3 miliar Ada 254 token yang dicuri selama serangan termasuk token dari Decentraland dan Bored Ape Yacht Club Ini diungkap juga oleh Spreadsheet yang disusun layanan keamanan Blockchain PeckShield Adapun sebagian besar serangan terjadi antara 17 00 hingga 20 00 ET hari Sabtu 19 2 atau 05 00 08 00 WIB pada Minggu 20 2 lalu Dikutip dari TheVerge pencurian itu menargetkan total 32 pengguna The Verge melaporkan bahwa serangan tampaknya mengeksploitasi fleksibilitas dalam Protokol Wyvern Ini adalah standar sumber terbuka yang mendasari sebagian besar smart contract NFT termasuk yang dibuat oleh platform OpenSea Dalam tautan yang diberikan CEO OpenSea Devin Finzer serangan digambarkan dalam dua bagian Korban menandatangani kontrak parsial dengan otorisasi umum dan sebagian besar dibiarkan kosong CEO OpenSea Devin Finzer mengatakan perusahaannya tidak mengetahui ada email phishing baru baru ini yang telah dikirim ke pengguna Ia pun menilai yang harus disalahkan yaitu situs web penipuan tersebut Kerena kejadian ini OpenSea telah merencanakan untuk merevisi smart contract kode yang mengatur platform perdagangannya dengan merilis kontrak baru pada Jumat pekan ini Adapun kontrak yang ditingkatkan dimaksudkan untuk memastikan pendaftar lama yang tidak aktif di platform pada akhirnya akan kedaluwarsa Finzer mengatakan serang ini terjadi karena korban menandatangani kontra parsial dengan otorisasi umum dan tidak sadar sebagian besar isi kontrak dibiarkan kosong Dengan tanda tangan korban penyerang menyelesaikan kontrak tersebut dengan mengisi informasi ke kontrak mereka sendiri dan mengalihkan kepemilikan NFT tanpa pembayaran Intinya korban serangan telah menandatangani cek kosong dan setelah ditandatangani penyerang mengisi sisa cek untuk mengambil kepemilikan NFT mereka jpg jawapos nbsp
Hacker Babat Platform NFT OpenSea Aset Puluhan Miliar Raib
Rabu 23-02-2022,09:23 WIB
Editor : Admin 01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,20:30 WIB
Deretan HP Bekas Flagship yang Masih Sangat Layak Dibeli, Bisa untuk Foto Lomba 17 Agustusan
Rabu 12-08-2026,21:18 WIB
Rekomedasi Terbaru 2026, Deretan HP AI yang Bikin Aktivitas Sehari-hari Jauh Lebih Simpel
Rabu 12-08-2026,19:59 WIB
Simak! Kebiasaan Sepele yang Dianggap Normal Ternyata Bisa Membuat Engsel Laptop Patah
Kamis 13-08-2026,05:15 WIB
Yang Lain Rilis Mesin Hybrid, Geely Malah Perkenalkan Coolray Bensin 1.500 cc Tapi Sudah Pakai Turbocharged
Rabu 12-08-2026,20:34 WIB
Antar Paket Handphone Pria Mengaku Dosen, Kurir Malah Tertipu Rp4,4 Juta
Terkini
Kamis 13-08-2026,19:23 WIB
Pemkot Palembang Perkuat Layanan Administrasi Kependudukan Agar Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Kamis 13-08-2026,19:10 WIB
Lapak Sabung Ayam di Pulau Beruang Dibongkar Polsek Tulung Selapan
Kamis 13-08-2026,19:07 WIB
Debu dan Karhutla Mengintai, Kasus ISPA Capai Ribuan
Kamis 13-08-2026,18:15 WIB
Lima Rancangan Regulasi Muba Diharmonisasi, Kemenkum Sumsel Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas
Kamis 13-08-2026,18:11 WIB