Banner Pemprov

Mobil Hybrid dan EV Punya Rahasia Hemat Energi yang Jarang Dipahami Pengguna Baru

Mobil Hybrid dan EV Punya Rahasia Hemat Energi yang Jarang Dipahami Pengguna Baru

Mobil Hybrid dan EV Punya Rahasia Hemat Energi yang Jarang Dipahami Pengguna Baru--

SUMEKS.CO - Mobil hybrid dan mobil listrik semakin banyak terlihat di jalan raya Indonesia. Popularitas kendaraan berteknologi elektrifikasi ini terus meningkat karena menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional. 

Namun di balik klaim hemat energi yang sering disampaikan produsen, terdapat satu teknologi penting yang ternyata masih belum dipahami secara menyeluruh oleh banyak pengguna baru, yaitu sistem regenerative braking.

Teknologi ini menjadi salah satu alasan utama mengapa mobil hybrid maupun kendaraan listrik mampu menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi energi yang lebih efisien. 

Menariknya, sistem tersebut bekerja secara otomatis tanpa disadari pengemudi. Saat kendaraan melambat atau melakukan pengereman, energi yang biasanya terbuang begitu saja justru dikumpulkan kembali dan disimpan untuk digunakan kembali.

BACA JUGA:BYD M6 DM Meluncur di Indonesia, Mobil Hybrid dengan Teknologi Berbeda: Ini Spesifikasinya

BACA JUGA:4 Jenis Mobil Hybrid, Simak! Mana yang Mobil Hybrid Beneran dan Mana yang Cuma Label Doang?

Banyak pemilik kendaraan baru hanya fokus pada kapasitas baterai atau konsumsi bahan bakar tanpa memahami bahwa sebagian efisiensi kendaraan modern berasal dari kemampuan memanfaatkan ulang energi yang sebelumnya hilang.

Inilah rahasia yang membuat kendaraan elektrifikasi mampu menawarkan efisiensi lebih baik dibanding mobil bermesin konvensional.

Pada kendaraan berbahan bakar minyak biasa, energi kinetik saat mobil melaju akan berubah menjadi panas ketika rem digunakan. Panas tersebut terbuang ke udara dan tidak memberikan manfaat tambahan bagi kendaraan.

Berbeda dengan mobil hybrid dan kendaraan listrik yang mampu menangkap sebagian energi tersebut melalui regenerative braking.

BACA JUGA:Ganti Baterai Mobil Hybrid Saat Warranty Habis Ternyata Mahal, Tapi Garansi Pergantian Itu 8 Tahun ke Depan?

BACA JUGA:Duel Mobil Hybrid Terlaris 2026: Konsumsi BBM Innova Zenix vs Honda CR-V e:HEV, Tembus 25 Km per liter?

Teknologi regenerative braking memanfaatkan motor listrik yang dapat berfungsi ganda. Saat kendaraan berakselerasi, motor menerima energi dari baterai untuk menggerakkan roda. 

Namun ketika kendaraan melambat, motor berubah menjadi generator yang menghasilkan listrik dari putaran roda. Energi yang dihasilkan kemudian dikirim kembali ke baterai untuk disimpan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait