Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Gubernur Sumsel Tekankan Pencegahan Karhutla
Gubernur Sumsel, Herman Deru, bersama sejumlah kepala daerah di Sumsel foto bersama dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di Griya Agung. --
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Upaya intensif pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan hasil signifikan.
Dalam rapat terbatas (Ratas) bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di Griya Agung, Palembang, Senin, 26 Oktober 2026, 10 kabupaten/kota di Sumsel resmi menerima Bantuan Presiden (Banpres) tahap II senilai Rp 100 miliar.
Ratas tersebut dipimpin langsung oleh Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel, H Cik Ujang.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, Banpres tahap II akan dibagikan secara merata kepada 10 kabupaten/kota yang terdampak dan rawan karhutla. Masing-masing daerah akan menerima bantuan sebesar Rp 10 miliar.
BACA JUGA:Polres OKI Dampingi Gubernur Sumsel Pantau Karhutla, Asap dari Jungkal Mengarah ke Palembang
BACA JUGA:Gubernur Sumsel dan Bupati OKI Bermalam di Posko Karhutla, Semangati Petugas Pemadam
"Rinciannya adalah OKU Timur Rp 10 miliar, OKU Rp 10 miliar, Muara Enim Rp 10 miliar, PALI Rp 10 miliar, Palembang Rp 10 miliar, OKU Selatan Rp 10 miliar, Musi Rawas Rp 10 miliar, Empat Lawang Rp 10 miliar, Prabumulih Rp 10 miliar, dan Lahat Rp 10 miliar, bantuan ini langsung di transfer ke rekening kabupaten dan kota," jelasnya.
Bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari Banpres tahap I yang telah disalurkan dengan total Rp100 miliar. Rinciannya, Pemprov Sumsel menerima Rp30 miliar, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Rp20 miliar, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Rp20 miliar, Kabupaten Banyuasin Rp15 miliar, dan Kabupaten Ogan Ilir Rp15 miliar.
Menhut mengapresiasi kerja keras Pemprov Sumsel dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan upaya tersebut.
Ia memaparkan, dari enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla nasional, Sumsel mencatatkan penurunan jumlah titik panas atau hotspot secara signifikan hingga 25 Oktober 2026.
"Di Sumsel per 25 Oktober 2026, telah berkurang menjadi dua hotspot, dilihat dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 NASA High Confidence Level. Water bombing terus kita lakukan. Tren hotspot tertinggi di Sumsel terjadi pada 29 September sebanyak 403 titik dan 14 Oktober sebanyak 376 titik," katanya.
Herman Deru: Pencegahan Harus Jadi Prioritas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
