Berulang Kali Menolak Islam, Amr bin Tsabit Syahid di Perang Uhud
Ilustrasi.--
JAKARTA, SUMEKS.CO - Seorang pria di masa perjuangan Nabi Muhammad SAW dikenal anti terhadap Islam. Pria itu bernama Amr bin Tsabit. Dia dijuluki Al-Ushairim itu karena berkali-kali menolak masuk Islam, memilih mengikuti kaumnya, dan mengurusi harta riba pada zaman jahiliah.
Amr bin Tsabit baru melihat betapa indahnya Islam sesaat sebelum Perang Uhud. Menurut kisah yang diceritakan Prof Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam Ghazawat Ar-Rasul Durus Wa 'Ibar Wa Fawa'id terjemahan Masturi Irham dan Asmui Taman, mengacu pada riwayat Abu Hurairah RA, kala itu Amr bin Tsabit muncul saat Rasulullah SAW mengabsen para sahabat dan kaumnya.
"Manakah Sa'ad bin Mu'adz?" tanya beliau.
"Di Uhud," jawab sahabat.
"Manakah keluarga saudaranya?" tanya beliau lagi.
BACA JUGA:Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi Temui Motjaba Khamenei, Namun Pertemuannya Produktif
BACA JUGA:Mengenal Ki Gede Ing Suro: Pendiri Cikal Bakal Kerajaan Islam Palembang, Sejarah, Profil
"Di Uhud," jawab mereka.
Lalu Rasulullah SAW menanyakan keberadaan kaumnya dan dikatakan, "Di Uhud."
Percakapan itu membuat hati Amr bin Tsabit tergerak untuk masuk Islam. Dia pun memeluk Islam, mengambil pedang, tombak, dan perlengkapan perang, lalu memacu kudanya sekencang mungkin menuju medan Perang Uhud.
Ketika Amr bin Tsabit memasuki kerumunan pasukan, umat Islam yang melihatnya memintanya menjauh. Namun, Amr bin Tsabit menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku telah beriman."
Mualaf kaum Anshar dari suku Aus dari Bani Abdul Asyhal itu kemudian berperang membela Islam habis-habisan. Tubuhnya terluka parah.
Ketika beberapa orang dari Bani Abdul Asyhal mencari korban tewas, dia menemukan Amr bin Tsabit dengan banyak luka di tubuhnya.
BACA JUGA:BAZNAS Ogan Ilir Salurkan Bantuan Syiar Islam di Masjid Desa Kamal Saat Safari Jumat Wagub Sumsel
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


