Banner Pemprov

Ini Sejarah Azan Sebagai Penanda Tibanya Waktu Salat

Ini Sejarah Azan Sebagai Penanda Tibanya Waktu Salat

Ilustrasi.--

SUMEKS.CO - Setiap menjelang salat lima waktu, masjid, langgar, dan musala pasti akan mengundangkan azan. Suara azan berkumandang merupakan pengingat dan panggilan bagi umat Muslim untuk melaksanakan salat. 

Dalam lafal azan, terkandung makna akidah yang sangat mendalam-mulai dari takbir, syahadat (ikrar tauhid dan kenabian), seruan salat, hingga ajakan menuju kebahagiaan.

Mungkin banyak yang belum tahu bagaimana cara umat Islam pada awal masa kenabian berkumpul untuk salat sebelum lafal azan disyariatkan?

Ternyata, ada kisah sejarah yang sangat menarik di balik terciptanya panggilan suci ini.

BACA JUGA:Pulang Salat Ied, Seorang Istri di Palembang Dituding Selingkuh dengan Teman Suami, Jadi Korban KDRT

BACA JUGA:Salat Ied, Zohran Mamdani Kenakan Jubah Desain Arsenal

Cara Muslim Dulu Berkumpul untuk Salat

Pada zaman jahiliah, belum ada mekanisme khusus atau penanda seperti azan dan ikamah untuk mengumpulkan orang-orang. Azan baru mulai disyariatkan pada tahun pertama Hijriah.

Sebelum tahun tersebut, kaum muslimin di zaman Rasulullah SAW hanya mengira-ngira waktu salat. Mereka akan datang ke tempat salat, berkumpul, dan saling menunggu satu sama lain tanpa ada seseorang yang memanggil.

Dalam kitab Fikih Sunnah - Jilid 1 karya Sayyid Sabiq, terdapat sebuah hadits dari Nafi' yang meriwayatkan perkataan Ibnu Umar RA:

"Dulu, kaum Muslimin berkumpul dan saling menunggu untuk melaksanakan salat dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengajak untuk melaksanakan salat."

BACA JUGA:Edison dan Wabup Sumarni Tunaikan Salat Iduladha di Masjid Agung Muara Enim

BACA JUGA:Catat, ini Dalil Tidak Makan Sebelum Salat Ied Iduladha

Karena cara saling menunggu dirasa kurang efektif-terutama bagi mereka yang sedang tidur, berada di tempat jauh, atau mengalami keterbatasan penglihatan-para sahabat akhirnya berkumpul untuk bermusyawarah mencari solusi.

Ada yang mengusulkan mengibarkan bendera, membunyikan lonceng hingga meniup terompet sebagai tanda waktu salat tiba. Bahkan ada pula yang usul untuk menyalakan api di bukit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: