Arash e-Kamangir, Senjata AntiDrone Baru Iran yang Jatuhkan MQ-9 Reaper
Drone MQ-9 Reaper milik AS yang ditembak jauh IRGC.--
SUMEKS.CO - Sistem pertahanan udara baru Iran berhasil menembak jatuh drone canggih MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada awal pekan ini. Analis menilai insiden ini menunjukkan Iran masih mempertahankan kapasitas menangkis serangan AS dan Israel, meski situs-situs militernya digempur.
Media Iran menyebut drone tersebut dijatuhkan di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz. Mereka menambahkan pencegatan ini menandai penggunaan tempur perdana dari sistem yang dikembangkan di dalam negeri bernama Arash-e Kamangir. Belum ada konfirmasi independen terkait klaim Iran mengenai sistem pencegatan baru tersebut.
Hilangnya drone AS ini terjadi di tengah laporan AS melancarkan serangan baru terhadap situs militer Iran di dekat Bandar Abbas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kemudian menyatakan menyerang pangkalan udara Amerika sebagai balasan.
BACA JUGA:Beredar Rancangan Nota Kesepahaman dengan AS, Iran Tegaskan Belum Final
BACA JUGA:Trump Ancam Ledakkan Oman, Iran Membela
Kantor Berita Fars menyatakan sistem Arash-e Kamangir digunakan untuk mencegat drone pengintai musuh di atas Selat Hormuz. Mereka menggambarkan sistem tersebut memiliki kemampuan deteksi siluman, namun hanya memberikan sedikit rincian teknis.
Media Iran menyebut tindakan ini sebagai peringatan bagi pesawat musuh yang beroperasi di dekat wilayah udara dan perbatasan maritimnya. "Operasi ini, dilakukan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, merupakan pesan jelas dan tegas dari Iran," lapor Fars mengutip para pejabat anonim.
Seberapa Kredibel Klaim Iran? Pakar mengatakan klaim tersebut cukup masuk akal, mengingat Iran berinvestasi besar pada sistem pertahanan dalam negeri yang lebih murah dan mobile. Mark Hilborne, dosen fakultas studi keamanan di King's College London, mengatakan serangan tersebut sesuai pola.
BACA JUGA:Respons Serangan, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait
BACA JUGA:Perang AS Melawan Iran Habiskan Anggaran Rp890 Triliun, Pentagon Kesulitan Keuangan
"Iran menjadi cukup mandiri merancang berbagai bentuk rudal dan seperti Ukraina, cerdik dalam mengubah nilai ekonomi peperangan. Sistem murah dan sederhana dapat membahayakan sistem yang jauh lebih kompleks," katanya.
Arash-e Kamangir mungkin bukan senjata baru yang revolusioner. Alex Almeida, analis keamanan Horizon Engage, menduga sistem tersebut mungkin berkaitan dengan senjata permukaan ke udara jarak pendek atau amunisi lainnya.
"Saya curiga sistem itu pengembangan lebih lanjut dari salah satu sistem tersebut. Sistem itu tidak mengandalkan panduan tetap dari radar pertahanan udara tradisional. Kemungkinan sistem itu menggunakan semacam panduan elektro-optik atau pelacak panas," katanya.
BACA JUGA:AS Serang Iran di Tengah Negosiasi Damai, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






