Banjir Lagi, Tambang Batu Bara Rusak Sungai Kungkilan

Banjir Lagi, Tambang Batu Bara Rusak Sungai Kungkilan

Kerusakan Sungai Kungkilan akibat industri ekstraktif tambang batu bara dinilai menjadi penyebab banjir lumpur.--

LAHAT, SUMEKS.CO - Warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan tepatnya di Dusun I kembali kebanjiran, Rabu malam (29/4/2026) dan setidaknya sejak Januari 2026 sudah tiga kali banjir memasuki permukiman hingga ke dalam rumah.

Sumhayana, warga Dusun I yang menjadi korban banjir mengakui sebenarnya lebih dari tiga kali banjir selama empat bulan ini, karena setiap hujan deras air tergenang dan membanjiri pekarangan rumah.

Namun, untuk banjir besar hingga masuk ke rumah telah tiga kali terjadi, kata dia, dibincangi Kamis (30/4/2026).

BACA JUGA:Angkat Bicara Soal Banjir dan Gugatan Masyarakat, Ratu Dewa: Kami Terus Berbenah

BACA JUGA:5 Jurus Ampuh Hindari Mogok Saat Mobil Terjang Banjir: Trik Mengendarai Anti-Karam

Dia bercerita hujan deras turun sekitar 3 jam, Sungai Kungkilan di belakang rumah tidak lagi mampu menampung air.

Akibatnya, setidaknya ada 10 unit rumah yang terendam air bercampur lumpur. "Termasuk rumah kami," kata dia.

Sebelumnya banjir serupa juga terjadi diakhir bulan Januari 2026, belasan rumah terendam air bercampur lumpur.

BACA JUGA:Hujan Deras Sekejab: Palembang Dikepung Banjir, Listrik Padam, Kendaraan Mogok Nekat Terobos Kemacetan

BACA JUGA:LKPJ 2025 Disorot, Wali Kota Ratu Dewa Tekankan Perbaikan Lampu Jalan hingga Penanganan Banjir

Kerusakan Sungai Kungkilan akibat industri ekstraktif tambang batu bara dinilai menjadi penyebab banjir lumpur.

"Sejak banjir pertama tahun 2018, air dan lumpur bercampur mengenangi pekarangan dan masuk rumah," kata Sumhayana.

Seperti diketahui, aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu Sungai Kungkilan tidak hanya berdampak pada rusaknya vegetasi sungai, tetapi sungai tidak lagi mengalir normal.

BACA JUGA:Atasi Potensi Banjir, Jajaran Polrestabes Palembang Bersama Warga Terlibat Langsung Bersihkan Lingkungan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: